Suksesi CEO OVO, Jason Thompson Digantikan Jaygan Fu Ponnudurai

OVO menunjuk Jaygan Fu Ponnudurai menjadi CEO, menggantikan Jason Thompson. Jaygan dan Jason sebelumnya menjabat di Grab.
Desy Setyowati
30 September 2021, 00:10
ovo, fintech, Jason Thompson, grab, tokopedia
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Logo OVO

OVO menunjuk Jaygan Fu Ponnudurai menjadi CEO, menggantikan Jason Thompson. Jaygan sebelumnya menjabat COO di startup teknologi finansial (fintech) bernuansa ungu ini.

“Seiring perkembangan OVO, dengan senang hati kami mengumumkan penunjukan Jaygan Fu selaku CEO OVO, setelah sebelumnya terakhir menjabat COO,” kata Head of Corporate Communications OVO Harumi Supit kepada Katadata.co.id, Rabu malam (29/9).

“Jaygan Fu menggantikan Jason Thompson yang sudah menyelesaikan masa jabatan dan pindah ke Singapura,” tambah Harumi.

Berdasarkan akun LinkedIn, Jaygan menjabat COO dan CCO Payments di OVO sejak 2018. Sebelum itu, ia bekerja di Grab sejak November 2013.

Di Grab, Jaygan pernah menjabat head of operations, country head of Malaysia, dan deputy regional head of 2 wheels of business untuk bike dan express.

“Pengalamannya bersama OVO sejak 2018 diyakini akan memberikan nilai lebih bagi pertumbuhan dan peran kami dalam mengakselerasi transformasi pembayaran dan layanan keuangan digital, menuju literasi dan inklusi keuangan yang merata di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Berdasarkan data Crunchbase, Jason Thompson juga pernah menjabat sebagai senior managing director Grab Financial sejak Januari 2017 hingga Maret 2018. Kemudian menjadi CEO OVO menggantikan Adrian Suherman, yang merupakan bagian dari Lippo Group.

DealStreetAsia sebelumnya melaporkan bahwa Lippo Group memegang 7,2% saham di induk OVO, Bumi Cakrawala Perkasa (BCP). Mereka masuk melalui dua anak usaha yakni Inti Anugrah Pratama dan Pima Ecommerce Global.

Grab yang berbasis di Singapura merupakan pemegang saham terbesar yang memegang 39,2%. Lalu Tokopedia mempunyai 36,1% saham di BCP.

Pemegang saham lainnya yaitu Tokyo Century Corporation yang memiliki 7,5% di BCP. Lalu Wahana Inovasi Lestari yang dimiliki oleh pemilik Tokopedia Leontinus Alpha Edison dan William Taruwijaya, mempunyai 5% di BCP.

Namun OVO dikabarkan akan dilepas oleh Tokopedia. Ini karena e-commerce itu bergabung dengan Gojek, yang memiliki GoPay.

Suksesi dilakukan ketika OVO genap berusia empat tahun. Pada awal berdiri, startup ini hanya menyediakan platform uang digital. Kini, fintech bernuansa ungu itu menyediakan beragam layanan, termasuk asuransi dan cicilan atau paylater.

Berdasarkan data internal, OVO memiliki 71% pengguna aktif. Tingkat brand awareness juga mencapai 96%.

Kinerja bisnis OVO juga moncer di tengah pandemi corona. Fintech ini mencatatkan kenaikan transaksi mitra penjual (merchant) online 76% selama semester pertama. Layanan OVO tersedia di lebih dari 430 kota dan kabupaten.

Fintech itu juga menggaet lebih dari satu juta merchant yang terhubung dengan standar kode quick response atau QRIS. “Selain itu, OVO banyak menjalin hubungan dengan perusahaan-perusahaan besar yang semuanya saling terhubungi melalui platform,” ujar Harumi.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait