Survei YouGov: Investasi Kripto di RI untuk Pendidikan Anak - Warisan

Jumlah investor kripto di Indonesia mencapai tujuh juta. Riset Luno menunjukkan, tujuan utama investasi di bitcoin dan uang kripto lainnya yakni untuk pendidikan anak, warisan, dan pensiun.
Desy Setyowati
29 September 2021, 14:58
uang kripto, bitcoin, investasi
Bloomberg
Ilustrasi uang kripto

Perusahaan jual beli mata uang kripto Luno mencatat, jumlah investor bitcoin dan sejenisnya mencapai tujuh juta di Indonesia. Hasil riset Luno dan YouGov juga menunjukkan, tiga alasan utama investasi cryptocurrency yakni untuk pendidikan anak, warisan, dan pensiun.

Riset itu berdasarkan survei terhadap 6.642 responden di tujuh negara pada Agustus. Sebanyak 1.003 di antaranya di Indonesia.

Sebanyak 299 responden di Tanah Air pernah berinvestasi kripto. Lalu 632 belum pernah, 50 tidak tahu, dan 22 tak menjawab.

Berdasarkan riset itu, 55% responden yang berinvestasi kripto seperti bitcoin, bertujuan menabung untuk pensiun. Selain itu, “47% untuk pendidikan anak dan 45% akan diwariskan,” kata Country Manager Luno Indonesia Jay Jayawijayaningtiyas saat konferensi pers virtual bertajuk ‘Deep Dive Perilaku Investasi Aset Kripto Global’, Rabu (29/9).

Riset Luno dan YouGov itu menunjukkan, ada empat faktor pendorong seseorang berinvestasi di kripto, seperti bitcoin. Keempatnya yakni:

  1. Ketika sudah paham cara jual dan beli (37%)
  2. Ketika sudah mulai banyak digunakan sebagai metode pembayaran (33%)
  3. Ketika ada lebih banyak regulasi terkait (29%)
  4. Ketika ada bukti bahwa aset kripto lebih baik untuk lingkungan (28%)

Sebanyak 29% dari responden mulai berinvestasi di kripto dalam dua tahun terakhir. Angka ini didominasi usia 25 – 34 tahun. “Sebanyak 30% hanya mengalokasikan di bawah 10% dari aset tabungan,” katanya.

Selain itu, ada tiga alasan utama orang tidak berinvestasi di kripto, seperti bitcoin sebagai berikut:

  1. Kurangnya pengetahuan (62%)
  2. Tidak ada teman atau keluarga yang investasi di kripto (29%)
  3. Khawatir uang tidak kembali (26%)

Sebanyak 47% responden belum mengenal investasi kripto. Meski begitu, yang tidak familier dengan penanaman modal teknologi finansial pembiayaan (fintech lending) 61% dan obligasi 52%.

Akan tetapi, riset itu menyebutkan bahwa 33% responden berencana berinvestasi di kripto dalam lima tahun ke depan. Selain itu, 58% optimistis nilai aset kripto seperti bitcoin bakal melonjak 10 tahun ke depan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait