Warung RI Incaran Orang Terkaya Dunia, Investor Global, dan Unicorn

Warung menjadi medan perang baru para unicorn sejak 2019. Saat pandemi corona, segmen ini bahkan menarik perhatian orang terkaya kedua dunia Jeff Bezos hingga modal ventura di Silicon Valley.
Desy Setyowati
4 Oktober 2021, 15:25
warung, unicorn, jeff bezos, startup
Katadata/Cindy Mutia Annur
Yogi (33) salah satu mitra warung Bukalapak yang tengah menjaga warung kelontongnya di wilayah Kemang, Jakarta Selatan

Warung menjadi medan perang baru para unicorn dan decacorn sejak 2019. Saat pandemi corona, segmen ini semakin diminati. Bahkan menarik perhatian orang terkaya kedua dunia Jeff Bezos hingga modal ventura yang berbasis di Silicon Valley Rocketship.vc.

Yang terbaru, startup Ula mengumpulkan pendanaan seri B US$ 87 juta atau sekitar Rp 1,24 triliun, yang dipimpin oleh Prosus Ventures, Tencent, dan B-Capital. Investor lain yang berpartisipasi yakni Bezos Expeditions, perusahaan venture capital milik pendiri Amazon, Jeff Bezos.

Selain itu, ada beberapa penanam modal di Asia Tenggara yang berpartisipasi yakni investor Gojek, Northstar Group, AC Ventures, dan Citius. Investor terdahulu seperti Lightspeed India, Sequoia Capital India, Quona Capital, dan Alter Global juga turut serta.

Startup e-commerce yang membidik warung itu juga disuntik modal oleh SMDV dan Saison Capital.

Ula baru hadir 20 bulan di Indonesia, atau beroperasi saat pandemi corona. Namun perusahaan mengklaim bisnis tumbuh 230 kali lipat.

Startup itu kini menawarkan lebih dari 6.000 produk dan menggaet 70 ribu lebih warung. Ula juga memiliki tim yang tersebar di tiga negara.

Ilustrasi layanan Ula
Ilustrasi layanan Ula (Ula)

Founder sekaligus Managing Partner AC Ventures Adrian Li menambahkan, misi Ula yaki memberdayakan 63 juta UMKM di Indonesia dengan teknologi digital. Ia menilai, ini merupakan salah satu peluang terbesar di Asia Tenggara mengingat UMKM berkontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

“UMKM menyokong perekonomian Indonesia. Ula menyediakan pengadaan dan sistem operasional yang lebih efisien. Pada akhirnya membuka akses akan pemenuhan kredit yang sangat dibutuhkan untuk memperluas skala bisnis UMKM,” kata Adrian dalam keterangan pers, Senin (4/10).

Selain Ula, ada beberapa startup yang menyasar warung. BukuWarung misalnya, didukung oleh investor kakap seperti Rocketship.vc, East Ventures, Quona Capital, AC Ventures, Tanglin Venture Partners, Y Combinator, Golden Gate Ventures, Sampoerna, dan Partners of DST Capital.

Startup itu juga ditopang oleh angel investor seperti Michael Sampoerna, Co-founder Plaid William Hockey, dan pendiri Snapdeal, serta dari Grab, Gojek, Stripe, Modalku, Xendit, Airbnb, Carousell, dan Rapyd.

Perusahaan rintisan yang baru berdiri pada 2019 itu menggaet lebih dari 3,5 juta pedagang di 750 kota dan kota kecil di Indonesia per awal tahun. Sebagian besar berada di tingkat (tier) dua dan tiga.

Ada juga GudangAda yang didukung oleh Sequoia Capital India, Alpha JWC, Wavemaker Partners, Asia Partners, dan Falcon Edge. Startup digitalisasi warung ini membukukan transaksi atau GMV bulanan US$ 600 juta atau sekitar Rp 8,7 triliun sepanjang tahun lalu.

Warung juga menjadi incaran unicorn dan decacorn Indonesia sejak 2019. Bukalapak misalnya, menggaet delapan juta mitra agen dan warung per Agustus. Sedangkan volume transaksi per akhir tahun lalu 3,6 juta.

Berdasarkan mini expose Bukalapak yang diperoleh Katadata.co.id pada akhir Juni, unicorn itu mengklaim bahwa pangsa pasar warung digitalnya 39% di Indonesia. Total nilai proses bisnis atau total processing value (TPV) mitra agen dan warung rerata tumbuh 105% per tahun sejak 2018.

Pertumbuhan itu lebih tinggi dibanding lini marketplace. “Rerata penjualan mitra tumbuh tiga kali lipat sejak bergabung,” demikian dikutip dari mini expose Bukalapak.

Rincian pertumbuhan TPV Mitra per tahun, serta transaksi yang paling banyak dilakukan di agen dan warung, dapat dilihat pada Bagan di bawah ini:

Perbandingan rerata pertumbuhan TPV Mitra dan lini e-commerce Bukalapak per tahun selama 2018 - 2020
Perbandingan rerata pertumbuhan TPV Mitra dan lini e-commerce Bukalapak per tahun selama 2018 - 2020 (Mini Expose Bukalapak, Katadata/Desy Setyowati)

Kontribusi Mitra terhadap pendapatan Bukalapak juga melonjak dari Rp 74 miliar pada 2019 menjadi Rp 199 miliar tahun lalu. Ini berasal dari komisi atas penjualan pedagang dan prinsipal Fast Moving Consumer Good atau FMCG.

Sejalan gencar menyasar warung, Bukalapak berfokus menggarap pasar di luar tier satu. Kota tingkat dua yang diincar seperti Yogyakarta, Manado, Solo, Palembang, dan Pekanbaru.

Tokopedia juga menyasar warung. Head of New Retail Tokopedia Karina Susilo mengatakan, perusahaan sudah menggaet jutaan warung. Namun ia tidak memerinci angka maupun target.

“Jumlah mitra warung jutaan di 500 kabupaten/kota,” kata Karina dalam virtual media briefing: Hari UMKM, Tokopedia Fokus Digitalisasi Warung, pada Agustus (12/8). “Dibandingkan dua tahun belakangan, jangkauan meningkat lebih dari dua kali lipat.”

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait