Kerugian Akibat Hoaks Ratusan Triliun Rupiah, WhatsApp Siapkan 4 Cara

Kominfo mencatat, hoaks menimbulkan kerugian hingga ratusan triliun rupiah dan mengakibatkan korban nyama. WhatsApp menyiapkan empat cara untuk menekan penyebaran hoaks.
Image title
5 Oktober 2021, 14:29
whatsapp, hoaks, kominfo
Kominfo
Label hoaks dari Kominfo

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat, hoaks menimbulkan kerugian hingga ratusan triliun rupiah. WhatsApp pun menyiapkan empat cara untuk mengatasi hal ini.

Kominfo menghapus 1.895 konten disinformasi soal Covid-19 dan 319 tentang vaksin corona per bulan lalu.

Selain itu, Kominfo mengidentifikasi hoaks terkait isu lain, salah satunya investasi. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), investasi ilegal yang muncul akibat hoaks, menyebabkan kerugian masyarakat Rp 114,9 triliun selama 2011 - 2020.

"Ini hilang semua akibat hoaks ekonomi yang memiskinkan warga," kata Tenaga Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Komunikasi dan Media Massa Devie Rahmawati saat konferensi pers virtual, Selasa (5/10).

Kerugian lainnya yakni konflik sosial. Devie mencontohkan kerusuhan di Yahukimo, Papua menyebabkan orang meninggal. "Hoaks ini taruhannya nyawa," kata dia.

Untuk mengatasi penyebaran hoaks tersebut, WhatsApp menyiapkan empat hal:

1. Mengandalkan fitur pelaporan

"Ini bisa membantu WhatsApp mengurangi hoaks," kata Manajer Kebijakan Publik WhatsApp untuk Indonesia Ester Simboh.

Teknologi WhatsApp juga bekerja 24 jam untuk menunjang laporan pengguna. Apabila mendapatkan laporan, WhatsApp akan langsung menindaklanjuti.

Sistem akan menganalisis konten atau akun yang dilaporkan. Kemudian, apabila terdeteksi hoaks, WhatsApp akan memblokir konten dan akun tersebut.

2. Melalui kode-kode di aplikasi

Ester mencontohkan, WhatsApp memberi label khusus untuk pesan berantai yang diteruskan dari pengguna lain (forwarded). Tujuannya, mengurangi penyebaran spam dan hoaks di platform, yang biasa diteruskan secara berantai antar -pengguna.

3. Mengandalkan chatbot

Di Indonesia, WhatsApp berkolaborasi dengan organisasi cek fakta untuk mengembangkan chatbot.

Apabila ada pesan yang dicurigai hoaks, pengguna bisa mengirim atau menuliskan kata kunci (keyword) di akun chatbot. Ini kemudian dianalisis.

4. Menggelar pelatihan

WhatsApp menggaet ICT Watch menginisiasi program JaWAra Internet Sehat. Program ini melibatkan 60 aktivis muda dari 28 provinsi yang memberikan lebih dari 100 sesi pelatihan lokal untuk melawan hoaks selama pandemi.

Selain itu, program itu bertujuan membantu masyarakat dalam meningkatkan keamanan data pribadi.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait