Disuntik East Ventures, Startup Singapura Qapita Perluas Pasar di RI

East Ventures (Growth Fund) dan Vulcan Capital memimpin pendanaan kepada Qapita. Startup asal Singapura ini pun berencana memperluas pasar dan merekrut lebih banyak pekerja di Indonesia.
Desy Setyowati
6 Oktober 2021, 16:48
east ventures, startup, pendanaan
East Ventures
Pendiri Qapita dari Kiri ke Kanan: Vamsee Mohan, Ravi Ravulaparthi, Lakshman Gupta

Startup penyedia solusi Software as a Service (SaaS) manajemen ekuitas asal Singapura, Qapita meraih pendanaan putaran Seri A US$ 15 juta. Investasi ini dipimpin oleh East Ventures (Growth Fund) dan Vulcan Capital.

Penanam modal lain yang berpartisipasi yakni NYCA dan investor pendahulu meliputi MassMutual Ventures dan Endiya Partners. Beberapa investor individu (angel investor) pendahulu termasuk Alto Partners, para mitra dari Northstar Group dan K3 Ventures turut berinvestasi.

Qapita berencana menggunakan dana segar itu untuk memperluas pasar di Indonesia. “Indonesia merupakan salah satu pasar swasta dengan pertumbuhan tercepat di dunia,” kata Co-Founder sekaligus CEO Qapita Ravi Ravulaparthi dalam keterangan pers, Rabu (6/10).

Sebelumnya, Qapita mengumpulkan US$ 5 juta di babak Pra-Seri A dan US$ 2,25 juta pendanaan awal pada April dan September 2020. Tambahan modal dari kedua putaran ini digunakan untuk menambah lebih banyak produk ke platform.

Produk itu tidak hanya memberikan solusi bagi para perusahaan swasta dan startup, tetapi juga investor, pemegang saham, dan karyawan. Qapita juga berencana memfasilitasi solusi likuiditas melalui pasar digital yang memungkinkan transaksi bagi perusahaan antara investor dan para pemangku kepentingan karyawan.

Sedangkan dana segar yang baru diperoleh bakal dipakai untuk memperkuat basis klien di Singapura, Indonesia, dan India dalam waktu dekat. Startup ini juga berencana meningkatkan talenta di ketiga negara ini.

Saat ini, tim Qapita beranggotakan 65 orang. Startup penyedia solusi SaaS ini didirikan oleh tiga orang berpengalaman lebih dari 20 tahun di bidang investasi perbankan, modal ventura, dan sektor teknologi.

Qapita mengidentifikasi peluang dari tiga tren utama, sebagai berikut:

  1. Pertumbuhan pesat jumlah startup
  2. Ekspansi jumlah modal ventura
  3. Digitalisasi keuangan di seluruh Singapura, Indonesia, dan India

Qapita memperkirakan nilai sekuritas swasta di ketiga negara itu melebihi US$ 1 triliun -US$ 1,5 triliun. Sedangkan total unicorn atau startup dengan valuasi di atas US$ 1 miliar sekitar 200 sampai 250 dalam beberapa tahun ke depan.

Perangkat lunak manajemen ekuitas Qapita diklaim memecahkan masalah yang berkaitan dengan SDM, keuangan, dan penggalangan dana untuk perusahaan swasta, investor, pemegang saham, dan karyawan.

Sedangkan marketplace dari Qapita diklaim memungkinkan transaksi sekunder bagi para pemangku kepentingan. Qapita memperkirakan bahwa lebih dari US$ 150 miliar ekuitas akan membutuhkan berbagai solusi likuiditas.

“Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membangun sistem operasi dan rel transaksi untuk kepemilikan perusahaan swasta di wilayah ini (Indonesia). Ini berkaitan dengan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan transparansi, akses, efisiensi, dan likuiditas di pasar swasta,” kata Ravi.

Qapita juga akan memberdayakan karyawan startup Indonesia dalam hal kepemilikan perusahaan. “Kami sangat berterima kasih kepada para pemegang saham dan mitra kami di Indonesia yang telah mendukung upaya ini,” ujar dia.

Co-Founder and Managing Partner East Ventures Willson Cuaca menambahkan, Qapita membangun sistem operasi bagi pasar swasta di wilayah ini. “Platform ini dapat menjadi jaringan penghubung antara perusahaan swasta, karyawan, pemegang saham, dan investor terkait ekuitas,” katanya.

Ekosistem startup di Indonesia dan negara lain di regional dinilai tumbuh dengan pesat. “Kami senang dapat mempercepat misi tim Qapita dalam mengambil peluang ini, mulai dari pendanaan tahap awal hingga pendanaan tahap lanjutan,” ujarnya.

Sedangkan Managing Director Vulcan Tommy Teo menyampaikan, pengembangan platform Qapita sejak Vulcan berinvestasi tahun lalu, menunjukkan kebutuhan pasar yang jelas. “Pendekatan secara menyeluruh dari perusahaan untuk mendukung semua pemangku kepentingan di seluruh siklus hidup bisnis,” kata dia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait