Bank Digital Diramal Masif Bidik Shopee, Tokopedia, GoFood, GrabFood

Bank digital diramal masif menggaet e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak, serta pesan-antar makanan GrabFood hingga GoFood. Mereka juga berpotensi membentuk ekosistem sendiri.
Image title
14 Oktober 2021, 18:08
bank digital, shopee, tokopedia, grabfood, gofood
Arief Kamaludin|KATADATA
layanan perbankan

Ekonom senior yang tergabung dalam Indonesia Fintech Society (IFSoc) memperkirakan, bank digital semakin masif mengintegrasikan layanan dengan beragam ekosistem. Utamanya, e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak, serta pesan-antar makanan GrabFood hingga GoFood.

Ketua Steering Committee IFsoc Mirza Adityaswara mengatakan, itu merupakan salah satu tren bank digital hingga 2025. "Bank digital akan berusaha ada di ekosistem. Maka, bank digital itu menyasar satu grup yang punya e-commerce atau food delivery," katanya dalam konferensi pers virtual pada Kamis (14/10).

Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) itu memperkirakan, ada lima tren di industri bank digital yakni:

1. Menintegrasikan layanan dengan beragam ekosistem seperti e-commerce dan pesan-antar makanan

Mirza menilai, bank digital akan membuat ekosistem sendiri jika tidak menghubungkan layanannya ke e-commerce dan platform pesan-antar makanan. "Mereka juga bisa membuat ekosistem terkait petani, ritel, pendidikan, dan lainnya," katanya.

Saat ini, sejumlah bank digital gencar mengintegrasikan layanan dengan beragam ekosistem, termasuk platform media sosial. Bank Aladin Syariah misalnya, menggandeng Facebook Indonesia untuk menyasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pada Juni, Bank KEB Hana Indonesia menggandeng platform percakapan dan jejaring sosial asal Jepang LINE Corporation. Keduanya meluncurkan aplikasi LINE Bank di Indonesia.

Menurutnya, apabila berkaca pada bank digital di negara lain, ekosistem sangat penting. Kakaobank di Korea Selatan misalnya, menurutnya sukses mengembangkan bank digital karena ekosistem sudah kuat.

Kemudian Ant Group terintegrasi dengan e-commerce Alibaba. Raksasa teknologi asal Cina ini juga memiliki beragam layanan, termasuk logistik.

2 Modern core banking

Mirza menilai, bank digital akan berfokus pada pengembangan platform

3. Bank digital akan berbasis pada rekomendasi dan advisory

Itu artinya, bank digital harus menjangkau pelanggan di waktu dengan rekomendasi yang tepat juga. 

4. Open banking

Menurutnya, setelah bank digital berkembang akan masif pertukaran data antar-platform

5. Berfokus pada strategi omni-channel

Itu artinya, bank digital akan lebih mengutamakan interaksi dengan pelanggan dibandingkan transaksi.

Mirza mengatakan, potensi bank digital di Indonesia besar. "Generasi muda berusia sekitar 30 tahun, bisa pengusaha muda atau yang mahir teknologi atau paham digital, jadi segmen pasar potensial bank digital," katanya.

Berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2020, penduduk Indonesia didominasi oleh generasi Z dan milenial. Jumlah penduduk generasi Z yang lahir sekitar 1997 - 2012 mencapai 74,93 juta atau 27,94% dari total populasi.

Sedangkan penduduk generasi milenial yang lahir antara 1981 - 1996 mencapai 69,38 juta atau 25,87% dari total populasi. Rinciannya sebagai berikut:

Berdasarkan kajian Google, Temasek dan Bain 2020, nilai dari layanan keuangan digital di Asia Tenggara diproyeksi US$ 38 miliar sampai US$ 60 miliar (Rp 554,2 triliun-Rp 875 triliun) per tahun pada 2025.

Layanan keuangan digital yang dimaksud termasuk bank, Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), asuransi, manajemen aset hingga teknologi finansial (fintech). Secara spesifik, nilai bisnis sektor pembayaran digital di regional diperkirakan melebihi US$ 1 triliun pada 2025. 

Terlebih lagi, masyarakat Indonesia kini mulai beralih ke pembayaran digital karena pandemi corona.

Steering Committee IFsoc Rudiantara mengatakan, situasi pandemi corona menguntungkan bank digital. Sebab, digitalisasi layanan semakin masif.

"Ini menciptakan permintaan baru. Ini artinya, kalau ada permintaan pasti ada supply baru," ujar mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tersebut.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait