Orang Tua Kini Bisa Minta Google Hapus Foto Anak di Search, Ada Syarat

Google meluncurkan fitur keamanan baru secara luas, yang memungkinkan pengguna meminta perusahaan menghapus foto anak di mesin pencarian atau Search. Namun ada tiga syarat untuk bisa mengajukan.
Image title
28 Oktober 2021, 10:45
google, youtube,
ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Seorang pria membuka laman Google dari gawainya di Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Google telah meluncurkan fitur keamanan baru yang memungkinkan pengguna meminta perusahaan menghapus foto anak di mesin pencarian atau Search. Namun ada beberapa syarat untuk bisa mengajukan.

Fitur tersebut sebenarnya sudah diumumkan sejak Agustus, tetapi baru bisa digunakan sekarang. "Fitur penghapusan foto anak-anak sudah tersedia secara luas. Siapa pun dapat memulai proses penghapusan dari halaman bantuan ini," demikian isi laporan Google, dikutip dari Business Insider, Rabu (27/10).

Ada beberapa langkah dalam mengajukan permintaan menghapus foto anak di Google Search, sebagai berikut:

  • Masuk ke laman Support Google
  • Memberikan alamat situs atau Uniform Resource Locator (URL) gambar yang ingin dihapus. URL ini bisa didapatkan di peramban (browser), terutama images search.
  • Orang tua diminta memasukan istilah penelusuran yang memunculkan gambar tersebut, seperti nama dan usia anak di bawah umur, serta hubungan yang mengajukan permintaan seperti orang tua atau wali.
  • Setelah orang tua memasukan laporan URL dan istilah gambar, laman Support Google akan mengkaji.
  • Orang tua akan mendapatkan email konfirmasi otomatis yang berisi pernyataan bahwa Google menerima permintaan penghapusan atau dianggap tidak memenuhi syarat.

Syarat untuk bisa mengajukan permintaan menghapus foto anak di Google Search, yakni:

Advertisement

1. Memiliki hubungan dengan anak yang fotonya ingin dihapus, seperti orang tua atau wali

2. Foto akan dihapus jika anak dalam gambar tersebut berusia di bawah 18 tahun saat pengajuan

“Jadi, jika Anda berusia 30 tahun, maka tidak dapat mengajukan permohonan untuk menghapus foto Anda saat berusia 15 tahun,” demikian isi laporan itu.

3. Foto yang ingin dihapus tidak populer

“Google akan menghapus gambar anak di bawah umur dengan pengecualian kasus yang menarik minat publik atau kelayakan berita,” demikian isi laporan.

Langkah Google membuat fitur yang mengizinkan orang tua menghapus foto bertujuan mencegah penyalahgunaan atau pelecehan terhadap anak di internet.

Selain fitur hapus foto anak, Google mengumumkan sejumlah kebijakan untuk melindungi pengguna di bawah 18 tahun. Raksasa teknologi itu membuat unggahan video YouTube menjadi pribadi secara otomatis atau default. Ini membatasi visibilitas video pengguna di bawah umur, sehingga tidak semua orang mudah menemukannya.

“Kami akan menyesuaikan pengaturan unggahan default secara bertahap untuk pengguna usia 13 hingga 17 tahun,” kata Google dikutip dari CNET, pada Agustus (11/8).

Meski begitu, mereka bisa mengatur unggahan di YouTube bisa dilihat oleh publik yang lebih luas. Dengan begitu, pengguna di bawah umur diberikan pilihan untuk membuat akunnya lebih privat atau terbuka.

YouTube kemudian akan memberikan pengingat yang menunjukkan siapa yang dapat melihat video mereka. “Perubahan hanya akan berlaku untuk unggahan baru,” kata Google.

Platform video itu juga akan mengaktifkan fitur ‘istirahat’ dan pengingat waktu tidur secara default untuk semua pengguna usia 13 hingga 17 tahun. Namun tidak diputar otomatis.

“Pengguna juga bisa menonaktifkan fitur tersebut,” kata Google.

YouTube juga akan menghapus konten yang dianggap terlalu komersial dari YouTube Kids. Contohnya, menghapus unggahan yang berfokus pada kemasan produk seperti video unboxing yang populer.

Perubahan-perubahan itu dilakukan setelah Kongres Amerika Serikat (AS) menekan Google dan perusahaan teknologi lain terkait dampak negatif layanan terhadap anak-anak. Namun, “tidak semua perubahan yang dibuat diwajibkan oleh hukum,” kata Google.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait