Siasat Mitra Gojek Genjot Transaksi Ratusan Juta Rupiah saat Corona

Mitra GoFood Gojek raup omzet hingga ratusan juta per bulan saat pandemi corona. UMKM kuliner ini menerapkan sejumlah strategi untuk mendongkrak transaksi.
Image title
29 Oktober 2021, 16:54
gojek, gofood, umkm, kuliner, pandemi corona
gojek
Gojek mendistribusikan paket makan gratis kepada mitra pengemudi lewat belasan ribu merchant GoFood.

Pandemi Covid-19 memukul hampir semua sektor perekonomian di Indonesia, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner. Mitra GoFood Gojek pun menerapkan beragam strategi untuk mendongkrak transaksi.

Pemilik Roemah Naskoen Didit Helditia bercerita, dirinya mengandalkan bisnis kuliner secara offline di kantin rumah sakit di Kota Bandung sebelum ada pandemi Covid-19. Konsumen yang dibidik yakni orang-orang sekitar rumah sakit.

Pendapatan di kantin rumah sakit kemudian anjlok hingga 90% karena ada pandemi corona. Pria berusia 38 tahun itu kemudian menggunakan layanan online.

Ia bergabung ke ekosistem Gojek yang memfasilitasi bisnis kuliner dengan konsep ghost kitchen atau cloud kitchen. "Ini menjadi penyelamat," kata Didit kepada Katadata.co.id, Kamis (28/10).

Decacorn Tanah Air itu memang mengembangkan restoran berbasis komputasi awan atau cloud kitchen dengan nama Dapur Bersama sejak tahun lalu. Saat ini, Gojek mempunyai 45 lokasi Dapur Bersama.

Ghost kitchen atau Dapur Bersama merupakan konsep bisnis kuliner yang dijalankan tanpa area makan. "Konsumen tidak bisa makan di tempat atau dine-in. Layanannya hanya online," kata Didit.

Roemah Naskoen menyediakan nasi kuning lewat Dapur Bersama Gojek. Menurutnya, peminat menu ini banyak. Selain itu, minim pesaing. “Bahkan hampir tidak ada,” ujarnya.

Ia juga menyesuaikan pengemasan produk dengan tren. Salah satunya, menambahkan katsu hingga cumi.

Didit membanderol satu porsi nasi kuning sekitar Rp 10 ribu hingga Rp 30 ribu. 

Ia juga mengandalkan beragam layanan yang ada di ekosistem Gojek, seperti pemasaran di GoFood dan manajemen bisnis di aplikasi GoBiz. Selain itu, menerapkan promosi untuk mendongkrak transaksi.

Didit juga bergabung di Komunitas Partner GoFood (KOMPAG). Melalui komunitas ekosistem Gojek ini, ia mendapatkan berbagai pelatihan hingga pendampingan. "Jadi dapat ilmu baru," katanya.

Setelah menjalankan beragam strategi itu, ia meraup omzet hingga ratusan juta. "Beberapa bulan lalu, omzet per hari bahkan bisa mencapai Rp 9 juta," katanya. 

Rata-rata omzet per hari mencapai Rp 6 juta – Rp 7 juta. Ini artinya, bisa mencapai Rp 200 juta dalam sebulan. Ini karena ia bisa mendapatkan pesanan hingga 700 porsi dalam sehari.

Omzetnya pun kini jauh lebih besar dibandingkan saat hanya beroperasi di kantin rumah sakit yakni sekitar Rp 1,5 juta per hari. "Bisnis di kantin selama hampir dua tahun, minus terus. Kemarin saya memutuskan suntik mati dan sekarang andalkan Roemah Naskoen saja," katanya.

Gojek menggaet 250 ribu UMKM baru di GoFood selama pandemi Covid-19. Chief Food Officer Gojek Group Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan, rata-rata transaksi mereka meningkat setelah bergabung.

Gojek mencatat, penghasilan bulanan UMKM kuliner di GoFood meningkat hingga tujuh kali lipat pada kuartal III dibandingkan kuartal II 2020. Menurutnya, ini karena dua faktor, yaitu:

1. Dukungan dari Komunitas Partner GoFood (KOMPAG)

KOMPAG merupakan wadah komunitas UMKM kuliner di Gojek. Komunitas ini diikuti oleh lebih dari 107 ribu UMKM kuliner dari 70 kota di Indonesia.

"Kami mempelajari bahwa dukungan edukasi dan pengembangan kapasitas melalui KOMPAG penting dilakukan agar UMKM dapat meningkatkan keterampilan dan mampu bersaing di tengah kompetisi bisnis kuliner yang semakin ketat," kata Catherine dalam siaran pers, Senin (18/10).

Catherine mengatakan, KOMPAG akan semakin fokus mengembangkan bisnis UMKM kuliner pada 2022. Perusahaan bakal menggelar mentorship dan pelatihan tersegmentasi, sehingga anggota dibagi berdasarkan kategori keaktifan untuk bisa mengikuti sesi workshop rutin mingguan.

2. Dukungan sejumlah teknologi dari GoFood

Yang terbaru, Gojek meluncurkan dua fitur di GoFood yakni ulasan pelanggan dan banner rekomendasi kategori restor terpopuler dan lagi disuka GoFoodies. Perusahaan pun membuat fasilitas promo untuk menarik konsumen.

Decacorn Tanah Air itu juga mengatakan bahwa pendapatan dari GoFood meningkat 20 kali dalam empat tahun terakhir.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait