Transaksi Ojek Online Rp98 T, Bagaimana Pendapatan Mitra Gojek – Grab?

Transaksi taksi dan ojek online, serta pesan-antar makanan di Indonesia diprediksi Rp 98,2 triliun tahun ini. Bagaimana pengaruhnya ke pendapatan mitra Gojek dan Grab?
Image title
16 November 2021, 13:47
Gojek, Grab, gofood, grabfood, ojek online
Katadata/desy setyowati
Ilustrasi aplikasi Gojek dan Grab

Laporan Google, Temasek, dan Bain bertajuk e-Conomy SEA 2021 memperkirakan, transaksi sektor transportasi online dan pesan-antar makanan di Indonesia US$ 6,9 miliar atau Rp 98,2 triliun tahun ini. Bagaimana pengaruhnya ke pendapatan mitra Gojek dan Grab?

SVP Corporate Affairs Gojek Rubi Purnomo mengatakan, pendapatan mitra pengemudi sempat turun selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat dan level 4. Namun, seiring pelonggaran aturan di beberapa kota besar, pendapatan mitra pengemudi kembali meningkat.

Selain itu, kegiatan bekerja dan pembelajaran tatap muka mulai digelar. Mobilitas masyarakat pun meningkat secara bertahap.

"Alhasil, pendapatan mitra pengemudi tahun ini mulai membaik dibandingkan pandemi tahun lalu," kata Rubi kepada Katadata.co.id, Senin (15/11).

Berdasarkan data Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), pendapatan mitra pengemudi GoCar dan GoRide peningkatan masing-masing 24% dan 18% tahun ini dibandingkan 2020.

Rubi mengatakan, Gojek melakukan inovasi agar bisnis transportasi online bisa pulih. Salah satunya, meluncurkan layanan Protect+ pada GoRide dan GoCar. "Ini agar masyarakat dapat percaya terhadap layanan transportasi yang aman dan mengedepankan higienitas," katanya.

Gojek juga melibatkan mitra pengemudi dalam bisnis logistik. "Membantu masyarakat memenuhi berbagai kebutuhannya," kata Rubi.

Sedangkan Grab masih mencatatkan penurunan nilai total penjualan atau gross merchandise value (GMV) pada bisnis mobilitas 30% secara tahunan (year on year/yoy) per kuartal III. Ini terutama karena pengetatan aktivitas di Vietnam pada kuartal III.

Namun empat minggu pertama kuartal IV, transaksi meningkat 26% seiring pelonggaran kebijakan di beberapa wilayah, termasuk Indonesia.

Juru bicara Grab juga mengatakan bahwa Grab memberikan dukungan kepada mitra pengemudi agar dapat meningkatkan pendapatan. Dukungan yang dimaksud yakni:

  1. Grab menghadirkan program vaksinasi yang menargetkan 27 ribu mitra
  2. Grab juga memberikan sembako Rp 25 miliar kepada mitra pengemudi
  3. GrabModal yang memberikan fasilitas kredit finansial bagi para mitra pengemudi di tengah masa pandemi ini.

"Ini agar mitra memperoleh sumber penghidupan yang mencukupi di tengah pandemi," kata juru bicara Grab Indonesia kepada Katadata.co.id, Selasa (16/11).

Sebelumnya, laporan Google, Temasek, dan Bain bertajuk e-Conomy SEA 2021 mencatat bahwa transaksi sektor transportasi online dan pesan-antar makanan US$ 6,9 miliar. Nilainya tumbuh 36% dibandingkan tahun lalu US$ 5,1 miliar.

Google, Temasek, dan Bain memperkirakan, transaksi sektor trasnportasi online dan pesan-antar makanan mencapai US$ 16,8 miliar pada 2025. 

Proyeksi transaksi e-commerce, ojek online, online travel, media online, dan finansial di Indonesia pada 2021
Proyeksi transaksi e-commerce, ojek online, online travel, media online, dan finansial di Indonesia pada 2021 (Google, Temasek, dan Bain & Company)

Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) sempat mencatat, sejak pemerintah mengumumkan status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM darurat pada Juli hingga PPKM level 4, pendapatan pengemudi ojek online secara keseluruhan rata-rata turun hingga 60%.

Ketua Garda Igun Wicaksono mengatakan, pendapatan membaik setelah beberapa daerah di Jawa – Bali turun status, dari PPKM level 4 menjadi level 3. "Pendapatan ojek online meningkat lagi 50% sampai 60% dibandingkan dengan saat kebijakan PPKM level 4," kata Igun kepada Katadata.co.id, pada September (14/9).

Namun, apabila dibandingkan dengan sebelum pandemi Covid-19, pendapatan ojek online belum pulih. "Sebelum Covid-19 pendapatan bisa sampai Rp 300 ribu. Sekarang Rp 150 ribu," ujar Igun.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait