Investor Singapura Suntik Startup Klinik Pintar Rp 58 Miliar

Startup kesehatan Klinik Pintar meraih pendanaan seri A US$ 4,15 juta. Investasi ini dipimpin oleh modal ventura asal Singapura, Golden Gate Ventures (GGV).
Desy Setyowati
21 November 2021, 11:38
Klinik Pintar, startup, startup kesehatan, pendanaan, investor singapura
Antara
Klinik Pintar

Startup kesehatan (telehealth) Klinik Pintar mengumumkan penutupan putaran pendanaan seri A US$ 4,15 juta atau sekitar Rp 58 miliar. Investasi ini dipimpin oleh modal ventura asal Singapura, Golden Gate Ventures (GGV).

Investor lain yang berpartisipasi yakni PT Bundamedik Tbk (BMHS), Skystar Capital, dan Sequis Life.

CEO Klinik Pintar Harya Bimo menjelaskan, penutupan fase pendanaan itu memantapkan langkah perusahaan membangun ekosistem kesehatan yang terhubung melalui digitalisasi.

“Pendanaan seri A yang over-subscribed ini menandakan sinyal positif dari investor terkait roadmap Klinik Pintar untuk ekspansi jaringan,” kata Harya dikutip dari Antara, Minggu (21/11).

Advertisement

Saat ini, Klinik Pintar memiliki lebih dari 120 klinik di 60 kota dari Aceh sampai Papua. Startup itu menargetkan 400 lebih klinik kurang dari dua tahun.

Dana segar tersebut juga akan digunakan untuk menambah portofolio layanan baru, khususnya untuk ibu dan anak. Selain itu, memperkuat dukungan rantai pasok (supply chain) untuk klinik.

Tambahan modal itu pun bakal dipakai untuk menghubungkan jaringan klinik dalam ekosistem kesehatan yang terintegrasi dengan mitra pendukung, seperti rumah sakit, laboratorium, dan lainnya. Ini guna meningkatkan interoperabilitas jaringan.

“Rencana strategis yang kami siapkan diharapkan akan mempermudah klinik di jaringan untuk mengembangkan usaha dan terus meningkatkan kualitas layanan,” kata Harya.

Klinik Pintar juga mengembangkan platform digital yang disebut Klinik OS (Operating System). Klinik OS berperan mendigitalisasi operasional dan memberdayakan klinik melalui teknologi digital.

OS itu meliputi pelayanan end-to-end secara online maupun offline, standarisasi SOP menyeluruh, pengelolaan inventaris dan manajerial, dan menghubungkan secara digital antara sesama klinik di jaringan maupun dengan mitra pendukung lainnya.

Perwakilan GGV Justin Hall optimistis terhadap pertumbuhan industri kesehatan Indonesia. “Klinik Pintar turut mengambil peran dalam pertumbuhan tersebut dengan membangun ekosistem kesehatan yang terintegrasi,” kata dia.

Oleh karena itu, GGV mendukung Klinik Pintar dalam memajukan sistem kesehatan melalui sokongan pendanaan.

Perwakilan BMHS dr. Ivan Sini menambahkan, pendanaan itu merupakan bentuk kepercayaan investor terhadap layanan yang ditawarkan oleh Klinik Pintar. BMHS adalah mitra strategis Klinik Pintar.

Sedangkan perwakilan Venturra Discovery Raditya Pramana berharap, pendanaan seri A memperkuat eksistensi Klinik Pintar dan menjadi perusahaan terdepan di sektor klinik.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait