Grab Akan Resmi IPO di Bursa Saham Nasdaq AS Besok

Grab akan tercatat sebagai perusahaan publik di bursa saham Amerika Serikat (AS). Decacorn asal Singapura ini bakal IPO lewat merger dengan perusahaan cek kosong. Valuasinya sekitar US$ 39,6 miliar.
Desy Setyowati
1 Desember 2021, 06:33
grab, decacorn, ipo, amerika, saham, gojek
KATADATA | Ajeng Dinar Ulfiana
Driver Grab memarkirkan motornya di parkiran khusus Grab , Mall FX, Jakarta Selatan.

Grab akan resmi tercatat sebagai perusahaan publik di bursa saham Amerika Serikat (AS), Nasdaq, besok (2/12). Ini setelah perusahaan akuisisi bertujuan khusus alias SPAC Altimeter Growth Corp menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa (30/11).

Altimeter menyampaikan, mayoritas pemegang saham mendukung kesepakatan merger dengan Grab dalam RUPSLB. “Pemegang saham menyetujui kombinasi bisnis yang diumumkan sebelumnya dengan Grab,” kata perusahaan dalam keterangan resmi, Rabu (1/12).

Merger antara perusahaan cek kosong alias SPAC Altimeter dengan Grab diperkirakan akan ditutup hari ini (1/12). Sedangkan perusahaan baru bakal memulai perdagangan di Nasdaq di bawah simbol ticker "GRAB” besok (2/12).

Gabungan keduanya diprediksi memiliki valuasi ekuitas berdasarkan pro-forma sekitar US$ 39,6 miliar atau Rp 578,4 triliun. Pada saat penutupan transaksi, gabungan perusahaan ini diproyeksi menerima US$ 4,5 miliar dalam bentuk aliran dana tunai dari investasi yang baru masuk.

Advertisement

Nilai itu termasuk komitmen penuh dari penawaran Private Investment in Public Equity (PIPE) lebih dari US$ 4 miliar. Nilainya meningkat, karena minat investor besar.

Grab menawarkan layanan seperti berbagi tumpangan (ride-hailing), pesan-antar makanan hingga pembayaran melalui aplikasi super atau superapp. Decacorn ini beroperasi di Singapura, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Thailand, Filipina, Kamboja, dan Myanmar.

Perusahaan melaporkan rugi bersih US$ 988 juta pada kuartal III. Kerugian ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu  US$ 621 juta.

Altimeter sudah terdaftar di bursa saham AS pada Oktober 2020. Jika Grab bergabung dengan SPAC ini, maka pesaing Gojek itu otomatis menjadi perusahaan publik di Amerika.

Saham Kelas A Grab akan diperdagangkan sebagai GRAB. Sedangkan saham Kelas B atau yang berhak atas 45 suara per saham, akan dipegang oleh manajemen dan memberikan sekitar 60% hak suara.

Grab akan menjadi perusahaan rintisan teknologi kedua yang mencatatkan saham perdana alias IPO di bursa saham AS, setelah induk Shopee, Sea Group. Keduanya sama-sama berasal dari Singapura.

Sea Group terdaftar di bursa saham New York pada 2017. Kapitalisasi pasarnya US$ 160 miliar per Jumat (26/11).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait