Penjualan Ponsel Lipat Samsung Meroket 300%, Diramal Tren Lagi di 2022

Penjualan ponsel lipat Samsung melonjak 300% tahun ini. Gadget varian ini pun diramal tren lagi pada 2022. Namun, analis mengingatkan tiga hal kepada produsen.
Image title
31 Desember 2021, 12:01
samsung, xiaomi, oppo, vivo, huawei, ponsel lipat
Instagram Samsung Indonesia
Samsung resmi menjual telepon selular Samsung Galaxy Fold di Indonesia.

Samsung mencatatkan peningkatan penjualan ponsel lipat 300% atau empat kali lipat secara tahunan (year on year/yoy) tahun ini. Gadget tipe ini pun diramal tren lagi pada 2022.

Berdasarkan data Counterpoint Research, pengiriman ponsel lipat secara keseluruhan tumbuh tiga kali lipat menjadi sembilan juta tahun ini. Samsung mendominasi dengan lebih dari 88% pangsa pasar.

Keberhasilan produsen gawai asal Korea Selatan itu terdorong oleh Galaxy Z Fold 3 dan Z Flip 3. Dalam sebulan pertama peluncuran, kedua gadget ini melebihi total akumulatif penjualan ponsel lipat Samsung sepanjang 2020.

"Ini karena desain yang disempurnakan dan harga yang lebih rendah," demikian dikutip dari The Verge, Kamis (30/12).

Advertisement

GSM Arena melaporkan, Samsung Galaxy Z Fold 3 dilengkapi dengan S Pen, seperti yang ada pada Galaxy S21 Ultra. Ponsel ini mempunyai layar 7,6 inci.

Galaxy Z Fold 3 dan Z Flip 3 juga menjadi ponsel lipat pertama yang memiliki ketahanan air dengan peringkat IPX8 atau kedalaman hingga satu meter selama 30 menit atau lebih.

Samsung optimistis, angka penjualan ponsel lipat semakin besar dalam beberapa tahun mendatang. Perusahaan memperkirakan peningkatan sepuluh kali lipat pada 2023.

"Kami pikir telah berhasil memulai dan memimpin pengarusutamaan ponsel lipat di pasar," kata VP Samsung Mobile Kim Sung-koo dikutip dari South China Morning Post (SCMP), pada Oktober (29/10).

Untuk mencapai target itu, Samsung akan memperluas produksi panel yang dapat dilipat dan melakukan investasi tambahan. Ini sebagai bentuk antisipasi apabila permintaan ponsel lipat sangat tinggi.

Apalagi, tahun depan ponsel lipat diramal menjadi tren. Counterpoint memprediksi permintaan gadget varian ini tetap tinggi dalam jangka panjang.

Senior analis Counterpoint Jene Park menyampaikan, ada tiga hal yang harus diperhatikan produsen dalam meluncurkan ponsel lipat. Ketiganya yaitu:

  • Penurunan harga yang signifikan dengan flagships sekitar US$ 1.000 – US$ 1.500
  • Lebih banyak pemain yang merilis produk sejenis
  • Apple diperkirakan membuat ponsel lipat

“Kami memperkirakan iPhone yang bisa dilipat akan terjadi menjelang akhir 2022 atau kemungkinan besar 2023,” kata Park dikutip dari laman resmi Counterpoint. 

OPPO juga berencana meluncurkan ponsel lipat. Produsen ponsel asal Cina ini mengurus sejumlah paten seperti teknologi lipat yang membuat ponsel fleksibel bergerak ke dalam.

Weibo Leaker Digital Chat Station melaporkan, OPPO juga akan menampilkan layar besar pada ponsel lipatnya. Lebar layar yakni 7,8 inci hingga 8 inci atau lebih besar dibandingkan Samsung Galaxy Z Fold3.

Fujifilm dan Google juga membangun gawai serupa dan menyaingi Samsung.

Awalnya, produsen smartphone asal Cina, FlexPai yang menggunakan teknologi layar lipat pada November 2018. Ponsel lipat pertama ini mengusung desain horizontal yang bisa dilipat keluar dan ke dalam.

Kemudian Samsung meluncurkan ponsel lipat pertama pada September 2019. Di pasar Indonesia, Galaxy Z Fold meluncur pada Desember 2019 seharga Rp 30 juta.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait