Shopee Gaet Ridwan Kamil Beri Pelatihan Digital 26.000 Siswa SMK Jabar

Shopee menggaet Pemprov Jawa Barat untuk melatih 26 ribu lebih siswa SMK. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, 80 juta pekerjaan akan hilang dan muncul 120 juta yang baru di era digital.
Image title
11 Januari 2022, 10:34
Shopee, ridwan kamil, talenta digital
shopee
Ilustrasi platform Shopee

Shopee menggandeng Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang dipimpin oleh Ridwan Kamil, dalam menggelar pelatihan bisnis digital kepada 26 ribu siswa SMK. Ini bertujuan memperbanyak talenta digital.

Head of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang mengatakan, pelatihan berlangsung bulan ini hingga 12 bulan ke depan. Penataran ini berisi 22 modul pembelajaran baik teori dan praktik, seperti pengetahuan seputar e-commerce, penjualan produk online, dan pengembang diri.

Pelatihan itu menyasar 26.312 siswa di 206 SMK se-Jawa Barat. Sebelumnya, Shopee lebih dulu menggelar training of trainer (ToT) terhadap 406 guru SMK.

"Setelah berjuang menyelesaikan kurikulum modul pembelajaran, bisa mendapatkan peluang magang sampai ke peluang bekerja di Shopee," ujar Balques dalam konferensi pers virtual, Selasa (11/1).

Advertisement

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan memperbanyak talenta digital. Sebab, butuh ekosistem dan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menghadapi disrupsi digital.

Apalagi, menurutnya ada 80 juta pekerjaan yang hilang dan 120 juta yang baru di era digital. "Jadi pelatihan ini untuk menjemput pekerjaan baru di era digital," ujarnya.

Menurutnya, salah satu pekerjaan baru yang muncul yakni digital marketing. Pekerjaan ini menjadi salah satu materi pelatihan terhadap 26 ribu lebih siswa SMK.

Pada 2017, McKinsey dalam risetnya memperkirakan sekitar 400 juta hingga 800 juta pekerja di dunia akan kehilangan pekerjaan pada 2030 karena otomatisasi. Sedangkan, 75 juta hingga 375 juta perlu beralih ke kategori pekerjaan dan mempelajari keterampilan baru.

Menurut McKinsey, pekerjaan fisik yang dapat diprediksi atau berulang seperti buruh pabrik, akan paling merasakan dampaknya. Pekerjaan ini diprediksi terotomatisasi hingga 78%. 

Pemrosesan data, terutama terkait keuangan dan asuransi, juga akan tergerus 69%. Selanjutnya, pengumpulan data akan terotomatisasi 64%.

Sedangkan pekerjaan yang paling minim tergantikan oleh robot yakni yang berkaitan dengan cara berpikir manusia seperti memanajemen orang lain dan pengambilan keputusan.

Berdasarkan riset bertajuk 'Automation and the future of work in Indonesia' pada 2019, McKinsey juga menyebutkan otomasi membuat 23 juta pekerjaan di Indonesia tergantikan oleh robot pada 2030. Pekerjaan tergantikan terutama terkait dengan aktivitas fisik berulang.

Namun, otomasi akan menambah 27 juta sampai 46 juta pekerjaan baru di Indonesia pada 2030. Pekerjaan baru ini di antaranya terkait pengelolaan manusia, penyediaan keahlian khusus hingga kemampuan interaksi antar instansi.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait