Singapura Beri Peringatan Investor NFT dan Aset Metaverse, Kenapa?

NFT dan metaverse tren di dunia sejak tahun lalu, termasuk Indonesia. Namun pemerintah Singapura memberi peringatan kepada investor aset digital sejenis kripto ini.
Desy Setyowati
12 Januari 2022, 16:27
nft, kripto, metaverse, singapura,
123RF
Ilustrasi NFT

NFT alias non-fungible token dan metaverse tren sejak tahun lalu. Namun pejabat di Singapura memberi peringatan kepada investor aset digital sejenis kripto ini.

Pejabat Singapura memperingatkan orang-orang untuk membuat keputusan yang bertanggung jawab atas investasi digital seperti NFT dan aset metaverse. “Sebab, negara ini ingin merangkul cryptocurrency dengan cara yang terukur,” demikian laporan Bloomberg dikutip dari Tech In Asia, Rabu (12/1).

Peringatan itu datang ketika regulator di seluruh dunia berupaya membuat regulasi terkait aset kripto. Di Hong Kong, otoritas beralih dari pendekatan “opt-in” untuk pertukaran cryptocurrency ke sektor yang diatur sepenuhnya.

Peraturan “opt-in” untuk pertukaran kripto berarti perusahaan berlaku untuk diatur.

Advertisement

Menteri komunikasi dan informasi Singapura Josephine Teo mengatakan, pemerintah tengah mempelajari dengan cermat karakteristik dan risiko teknologi seperti blockchain, keuangan terdesentralisasi, NFT, dan metaverse.

Bulan lalu, anak usaha dari perusahaan pertukaran kripto di Singapura, Binance yakni Binance Asia Service menarik aplikasinya untuk lisensi pertukaran cryptocurrency. Mereka akan menutup operasi di negeri jiran itu bulan depan (13/2).

Sedangkan di Indonesia, NFT dan metaverse menjadi tren. Pasangan Anang Hermansyah dan Ashanty yang bakal merambah aset digital seperti kripto dan metaverse.

Anang dan Ashanty berencana meluncurkan NFT dengan nama ASIX. Aset digital seperti kripto ini akan dapat dibeli melalui IDM Launchpad milik IDM Token. “Jadi guys ini belum pernah ada. ASIX token sebentar lagi akan mulai private sale,” kata Ashanty melalui akun YouTube The Hermansyah A6, pekan lalu (7/1).

“Dan, presale,” tambah Anang.

CNN melaporkan, NFT adalah aset digital yang menggambarkan objek asli seperti karya seni, musik, atau item yang terdapat pada video dan game dalam format JPEG, PNG, MP4, dan lainnya. Aset digital ini tidak dapat digandakan atau diganti.

Namun Anang dan Ashanty tidak memerinci bentuk NFT yang bakal diluncurkan.

Keduanya menjelaskan, NFT ASIX tersebut merupakan utilitas untuk bermain game play-to-earn (P2E). Di dunia NFT, gim ini dikenal dengan istilah GameFi atau gabungan gaming dan decentralized finance (DeFi).

Istilah itu pertama kali diperkenalkan oleh pendiri Yearn Finance Andre Cronje pada September 2020. GameFi menawarkan kesempatan kepada pemain untuk memperoleh penghasilan saat bermain gim.

Anang juga menjelaskan, NFT ASIX dapat digunakan sebagai utilitas di marketpalce dan metaverse atau dunia virtual.

ASIX merupakan perusahaan keluarga Anang Hermansyah. ASIX menggarap gim bertema Indonesian Traditional Game, seperti Congklak, Layangan, Komodo Legends hingga We Are Papua.

Sebelum Anang dan Ashanty, Syahrini meluncurkan NFT bulan lalu. “Welcome to The Metaverse. Saya sangat senang mengumumkan NFT pertama saya,” kata selebritas ini melalui akun Instagram @princesssyahrini, akhir tahun lalu (13/12/2021).

Syahrini berhasil menjual 17.800 NFT. Harganya 20 Binance USD (BUSD) atau sekitar Rp 287 ribu per NFT di bursa kripto Binance.

Sedangkan Luna Maya menjual NFT di Bakery Swap pada Juni. Namun jumlahnya sangat terbatas yakni hanya 10.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun membuat akun NFT di Opensea. Ini bertujuan menjadi bursa bagi karya digital pelaku ekonomi kreatif (ekraf) untuk mendapatkan penawaran dari pasar global.

Berdasarkan data DappRadar, penjualan NFT meningkat 10 kali lipat tahun lalu. Selama kuartal I, II, dan III tahun lalu, nilainya mencapai US$ 1,2 miliar (Rp 17 triliun), US$ 1,3 miliar (Rp 18,5 triliun), dan US$ 10,7 miliar (Rp 152 triliun).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait