Bahan Pokok Jadi Medan Perang Baru E-Commerce, Bukalapak Gaet CT Corp

E-commerce seperti Tokopedia, Sayurbox hingga Tanihub menyediakan layanan pengiriman cepat untuk produk segar dan bahan pokok. Bukalapak pun menggaet CT Corps untuk merambah segmen ini.
Image title
13 Januari 2022, 16:52
e-commerce, startup, tokopedia, bukalapak, bahan pokok, sayur, buah
ANTARAFOTO/Rahmad
Pedagang sayur menjajakan dagangannya di bawah sinar lampu yang tersalur dengan jaringan listrik melalui program listrik masuk wilayah desa tertinggal di Dusun Jabal Antara, Aceh Utara.

E-commerce seperti Tokopedia mulai menyediakan layanan pengiriman hitungan jam untuk produk bahan pokok, seperti sayur dan buah-buahan. Bukalapak bahkan berencana menggaet CT Corps.

Anak usaha CT Corps, PT Trans Retail Indonesia (Transmart) dan Bukalapak berencana membentuk usaha patungan atau joint venture berupa e-commerce bidang makanan segar dan kebutuhan sehari-hari.

CT Corps akan menggenggam 55% saham e-commerce tersebut. Sedangkan Bukalapak 45%. 

Bendahara Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani mengatakan, penjualan bahan pokok atau produk segar menjadi target penting bagi e-commerce. "Sebab, transaksi rutinitas bisa didapatkan dari segmen ini," katanya kepada Katadata.co.id, Kamis (13/1).

Advertisement

Untuk meraup pasar tersebut, e-commerce menurutnya akan menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya, kolaborasi. "Ini karena dari sisi suplai dan inventori banyak yang bisa disinergikan," ujarnya.

Selain kolaborasi, e-commerce akan berlomba-lomba mengembangkan model bisnis yang paling efisien. Salah satu model bisnis yang marak dikembangkan yakni pengiriman barang yang dipercepat atau dikenal dengan quick commerce.

"Siapapun yang mampu memberikan solusi tercepat dan berkualitas menjadi pilihan bagi pelanggan," kata Edward.

Salah satu startup yang mengusung konsep quick commerce yaitu Astro. Perusahaan rintisan yang baru berdiri pada September 2021 ini menawarkan layanan perdagangan online dengan menjual lebih dari 1.000 pilihan produk kebutuhan sehari-hari, seperti camilan, sayuran, buah hingga obat. Pengiriman barang ditarget 15 menit.

Akhir tahun lalu atau dua bulan sejak berdiri, Astro mendapat pendanaan US$ 4,5 juta dari beberapa investor seperti Global Founders Capital, AC Ventures, Lightspeed Venture Partners, dan Goodwater Capital.

Tokopedia juga mempunyai layanan cepat untuk produk kebutuhan pokok yakni Tokopedia NOW!. Tokopedia menawarkan layanan dengan waktu pengiriman maksimal dua jam.

"Masyarakat semakin dipermudah untuk berbelanja ribuan pilihan produk dari penjual dengan lebih cepat dan efisien tanpa harus keluar rumah," kata Head of Strategy and Operations Tokopedia NOW!, Pranidhana Mahardhika dalam siaran pers, akhir tahun lalu (17/11/2021).

Layanan Tokopedia NOW! sudah tersedia di platform. Pengguna bisa mengakses layanan ini dengan mengetik ‘Now’ pada kolom pencarian di aplikasi.

Namun, layanan baru tersedia di Jakarta. Tokopedia akan memperluas layanan pengiriman cepat ini ke kota-kota lainnya.

TaniHub juga mengembangkan layanan Tani Instan. Namun, pengirimannya masih membutuhkan waktu sehari maksimal pukul 19.00.

Tani Instan sudah diuji coba Jakarta Barat. “Kami akan menerapkannya ke wilayah lain,” ujar Chief Marketing Officer & Director of People and Culture TaniHub Group Ritchie Goenawan kepada Katadata.co.id, tahun lalu (16/11/2021).

Sayurbox juga mempunyai fitur baru bernama Sayurkilat. Fitur pengiriman instan ini menawarkan layanan pengiriman produk segar di perkotaan paling cepat dalam waktu dua jam setelah melakukan pemesanan

Segari juga mempunyai fitur Segari Instan yang menawarkan layanan pengiriman cepat dua jam sampai. Layanan itu tersedia di Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, dan Depok.

Namun, Sekretaris Jenderal Amvesindo Eddi Danusaputro sempat mengatakan, ada tiga tantangan yang mesti dihadapi e-commerce dalam berjualan produk segar. Pertama, menjaga kualitas dan kuantitas produk.

"Itu adalah hal yang penting, sebab kalau produk berkualitas tetapi kuantitasnya habis terus, sama saja bohong," ujar Eddi pada 2020.

Kedua, memiliki berbagai opsi metode pembayaran mulai dari kartu kredit, debit, e-wallet dan sebagainya. Eddi menilai, semakin beragam metode pembayarannya maka konsumen pun bakal semakin nyaman bertransaksi di platform e-commerce tersebut.

Ketiga, memiliki mitra logistik yang tepercaya di platform. Dengan begitu, konsumen pun juga semakin percaya dengan keamanan barang yang ia pesan di platform tersebut.

"Meskipun orang masih sensitif dan peduli tentang cashback atau promo, tetapi makin lama terutama konsumen di wilayah urban bakal lebih mementingkan user experience daripada harga," ujar Eddi.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait