East Ventures dan Telkom Suntik Startup Kesehatan Mental Riliv

East Ventures dan Telkom berinvestasi di startup Riliv. Penyedia layanan kesehatan mental ini mencatatkan lonjakan pengguna saat pandemi corona.
Image title
20 Januari 2022, 14:25
Riliv, startup, east ventures, pendanaan startup, pendanaan,
East Ventures
Riliv

East Ventures memimpin pendanaan tahap awal (seed round) kepada startup penyedia layanan kesehatan mental (mental health) Riliv. Investor lain yang berpartisipasi yakni Benson Capital, Sankalpa Ventures, Teja Ventures, Telkom Indonesia melalui program akselerasi Indigo, dan Angel Investor Shweta Shrivastava.

Namun, nilai pendanaannya tidak disebutkan. Chief Executive Officer Riliv Audrey Maximillian Herli hanya menyampaikan, dana segar ini bakal dipakai untuk memperluas layanan kesehatan mental ke berbagai sektor, seperti masyarakat umum dan industri.

Ia menyampaikan, pengguna Riliv meningkat hampir 400% selama pandemi corona, baik dari pekerja maupun pengguna umum seperti pelajar dan ibu rumah tangga. “Kebanyakan dari mereka memiliki masalah perasaan cemas dan tidak aman terkait kondisi saat ini,” ujar Maxi dalam keterangan pers, Kamis (20/1).

Menurutnya, kehadiran konseling secara online dan konten-konten mindfulness yang terpadu dari Riliv dapat memperkenalkan kesehatan mental sebagai kebutuhan wajar bagi masyarakat. “Kami membuka pintu bagi semua pihak untuk bekerja sama menanggulangi kesehatan mental bersama,” katanya.

Advertisement

Berdasarkan kajian Kementerian Kesehatan bertajuk Riset Kesehatan Dasar 2018, lebih dari 21 juta masyarakat Indonesia mengalami masalah psikologis emosional dan depresi. Jumlahnya meningkat hampir dua kali lipat saat pandemi Covid-19 atau pada 2020.

Maxi mendirikan Riliv bersama Audy Christopher Herli. Maxi merupakan alumni YSEALI 2017, sementara Audy penerima beasiswa Australia Awards Scholarship 2018.

Mereka mendirikan Riliv pada 2015. Tujuannya, membangun resiliensi masyarakat dalam menghadapi permasalahan psikologis dan membangun kerja sama untuk lingkungan ramah kesehatan mental seperti di bidang pekerjaan maupun pendidikan.

Melalui platform Riliv, pengguna bisa memanfaatkan self help seperti meditasi, journalling, dan sleepcast untuk membantu beristirahat. Selain itu, Riliv menawarkan layanan Employee Assistance Program yaitu Riliv for Company.

Riliv for Company menjangkau perusahaan untuk mendapatkan layanan konseling dan program wellness bagi karyawan.

Maxi dan Audy pun masuk dalam Forbes 30 Under 30 Asia pada 2020.

Co-Founder sekaligus Managing Partner East Ventures Willson Cuaca mengatakan, pandemi Covid-19 semakin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental.

Menurutnya, layanan Riliv menjadi semakin relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. “Kami yakin Riliv dapat membantu masyarakat Indonesia mendapatkan akses layanan kesehatan mental dengan mudah,” kata dia.

(Disclaimer: East Ventures merupakan salah satu investor Katadata.co.id)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait