Siap Meluncur, 10 Pembuat Konten di AS Coba Fitur Berbayar Instagram

Instagram menguji coba fitur berlangganan di AS. Ada 10 content creator yang menjajal fitur ini, termasuk pesenam dan peramal.
Fahmi Ahmad Burhan
21 Januari 2022, 09:21
instagram, media sosial, facebook
alexey malkin|123RF.com
Ikon aplikasi Instagram pada close-up layar iPhone Apple.

Instagram menguji coba fitur berlangganan di Amerika Serikat (AS). Ada 10 pembuat konten (content creator) yang telah menjajal fitur ini untuk mendapatkan penghasilan.

Perusahaan afiliasi Facebook itu mengatakan, uji coba di AS ini merupakan tes alfa yang bertujuan menerima umpan balik dari pengguna dan pembuat konten. Apabila ada kekurangan, maka Instagram akan langsung memperbaikinya.

Ada 10 pembuat konten yang mendapatkan kesempatan memanfaatkan fitur berbayar ini, yakni:

  1. Aktor @alanchikinchow
  2. Pemain basket @sedona._
  3. Peramal @alizakelly
  4. Aktris @kelseylynncook
  5. Kreator digital @elliottnorris
  6. Peraih medali perak Olimpiade @jordanchiles
  7. Pesenam @jackjerry
  8. Aktris @bunnymichael
  9. Kreator XR @donalleniii
  10. Kreator digital @lonnieiiv 

Mereka dapat menawarkan harga konten di Instagram. Ada delapan poin harga yang dapat dipilih, mulai dari US$ 0,99 per bulan hingga US$ 99,99 per bulan.

Advertisement

Rentang harga itu tergantung pada seberapa besar kepercayaan pembuat konten terhadap konten mereka.

Selama masa uji coba alfa itu, sebagian besar pembuat konten menawarkan harga US$ 0,99, US$ 1,99, US$ 2,99, US$ 4,99, dan US$ 9,99 per bulan. Kemudian mereka bereksperimen dengan harga yang lebih tinggi yaitu US$ 19.99, US$ 49.99 atau US$ 99,99 per bulan.

Setelah pengguna membayar harga berlangganan seperti yang ditawarkan pembuat konten dan memperoleh layanan eksklusif. "Ini akan memberi mereka akses terhadap konten seperti di Instagram Live dan Instagram Stories khusus," demikian dikutip dari Business Insider, Kamis (20/1).

Pengguna juga bakal mendapatkan lencana ungu yang menunjukkan status mereka sebagai pelanggan pembuat konten.

Selain itu, mendapatkan notifikasi khusus untuk siaran eksklusif. Mereka juga akan terlibat lebih dalam dengan pembuat konten.

Induk Instagram, Meta mengatakan bahwa fitur ini dibuat agar pembuat konten bisa memonetisasi konten di Instagram. Raksasa teknologi ini juga ingin memperluas komunitas.

“Pembuat konten bisa menghasilkan uang melalui Grup Facebook, seperti pengguna membayar biaya untuk akses eksklusif ke konten atau percakapan dalam subkelompok,” kata Meta dikutip dari CNBC Internasional, akhir tahun lalu (5/11).

Selain Instagram, Facebook meluncurkan fitur berbayar pada 2020. Dengan fitur ini, pemilik halaman di platform bisa menggelar acara sekaligus mendapatkan uang dari penayangan acara tersebut.

Facebook pun menambah fitur yang memungkinkan perusahaan pemilik halaman menggelar acara online berbayar.

Platform media sosial lainnya, Twitter tengah mengembangkan layanan berbayar bernama Twitter Blue. Berdasarkan bocoran informasi, Twitter akan mematok tarif langganan sebulan sebesar US$ 2,99 atau sekitar Rp 42.695.

Dalam cuitannya, peneliti aplikasi Jane Manchun Wong mengatakan bahwa pelanggan Twitter Blue bakal mendapatkan beberapa pembaruan fitur, seperti pembatalan cuitan atau undo tweets, serta markah buku atau bookmark. Sedangkanpengguna Twitter gratis tidak akan mendapatkan fitur-fitur itu.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait