AC Ventures dan BRI Ventures Suntik Startup Majoo Rp 71,7 Miliar

AC Ventures dan BRI Ventures menyuntik modal Majoo. Startup digitalisasi UMKM ini memproses transaksi Rp 8,6 triliun.
Image title
10 Februari 2022, 14:35
bri, bri ventures, startup, pendanaan, ac ventures, Majoo
Majoo
Platform Majoo

Startup software as a service (SaaS) Majoo meraih tambahan pendanaan pra-seri A US$ 5 juta atau sekitar Rp 71,7 miliar dari AC Ventures hingga BRI Ventures. Penyedia solusi digitalisasi UMKM ini memproses lebih dari 100 juta transaksi US$ 600 juta atau Rp 8,6 triliun.

Melalui tambahan investasi itu, Majoo menutup putaran pendanaan pra-seri A total US$ 9 juta atau Rp 129 miliar.

Pendanaan pra-seri A Majoo dipimpin oleh AC Ventures dan Quona Capital. Investor lain yang berpartisipasi yakni BRI Ventures dan Xendit.

Founder sekaligu CEO Majoo Adi Wahyu Rahadi mengatakan, tambahan modal itu bakal dipakai untuk mempercepat pengembangan produk seperti toko online dan integrasi marketplace.

Advertisement

Selain itu, meningkatkan penetrasi pasar dan merekrut lebih banyak pegawai, terutama tim pertumbuhan, produk dan engineering. "Kami akan mengembangkan tim 
untuk menjangkau lebih dari 100 kota di Indonesia," kata Adi dalam siaran pers, Kamis (10/2).

Apalagi pemerintah menargetkan 30 juta UMKM terdigitalisasi pada 2023. "Ada 500 ribu UMKM yang diharapkan bergabung ke ekosistem digital setiap bulannya," ujarnya.

Majoo telah mengakuisisi lebih dari 25 ribu UMKM. Bisnis juga tumbuh 250% selama pandemi Covid-19.

“Kami yakin pendanaan ini akan menjadi titik fokus Majoo dalam mendigitalisasi Usaha UMKM di Indonesia,” ujar Adi.

Startup yang berdiri pada 2019 itu menawarkan layanan end to end SaaS untuk UMKM Indonesia. Majoo membuka peluang bagi UMKM untuk dapat menjual produk melalui beberapa saluran offline dan online dalam satu fitur aplikasi.

Layanan dari Majoo itu dapat terintegrasi ke beberapa marketplace.

Founder sekaligus Managing Partner AC Ventures Adrian Li mengatakan, perusahaan memberikan pendanaan kepada Majoo karena potensi pasar digitalisasi UMKM besar. "Majoo terus memberdayakan potensi digital dari 63 juta UMKM di Indonesia," katanya.

Selama pandemi Covid-19, banyak UMKM di Indonesia yang mendigitalisasi bisnisnya. Pemerintah mencatat, lebih dari 16 juta UMKM mendigitalisasi bisnis per tahun lalu.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait