Anak Yusuf Mansur Luncurkan Token Kripto meski ASIX Anang Dilarang

Putri dari Ustaz Yusuf Mansur, Wirda Mansur mulai menjual token kripto I-COIN hari ini. Sedangkan Bappebti menyatakan bahwa aset digital seperti ASIX milik Anang Hermansyah dilarang diperdagangkan.
Desy Setyowati
14 Februari 2022, 11:57
Ustaz Yusuf Mansur, Wirda Mansur, kripto, asix, anang hermansyah, nft,
Instagram/@wirda_mansur
Ustaz Yusuf Mansur dan putrinya, Wirda Mansur

Putri dari Ustaz Yusuf Mansur, Wirda Mansur mengumumkan akan meluncurkan token kripto I-COIN bulan ini. Padahal, ASIX besutan Anang Hermansyah dilarang untuk diperdagangkan oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

“Februari ini, insyaAllah saya akan meluncurkan token kripto baru, I-COIN, Indonesia Coin,” kata Wirda melalui akun Instagram-nya @Wirda_Mansur, pekan lalu (7/2). Presale I-COIN pun dimulai hari ini (14/2).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Wirda Mansur (@wirda_mansur)

Sama dengan ASIX milik Anang Hermansyah, I-COIN besutan Wirda Mansur juga memiliki utilitas sebagai berikut:

Advertisement
  • Untuk pengembangan metaverse
  • Digunakan untuk bermain gim
  • Pengembangan marketplace NFT atau non-fungible token

Wirda menyampaikan, ia merilis token kripto untuk menjadi contoh bagi generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna, melainkan juga pembuat. Akan tetapi, “harus benar,” ujar dia.

Menurutnya, anak muda harus membuat token kripto yang memiliki fundamental dan kegunaan. “Saya juga mau terbuka dengan teman-teman, kita diskusi. Ada kegiatan apa? Program apa? Ayo kita buat bersama dan membesarkannya bersama,” katanya.

Namun sebelumnya, Bappebti menyebutkan bahwa token kripto milik Anang Hermansyah itu dilarang untuk diperdagangankan. Ini karena belum masuk daftar 229 aset kripto yang diizinkan diperjualbelikan.

"Dapat kami sampaikan bahwa token ASIX dilarang untuk diperdagangkan,” kata Bappebti melalui akun Twitter @IndoBappebti, pekan lalu (10/2). Ini disampaikan untuk menjawab salah satu pertanyaan pengguna.

Alasannya, “tidak termasuk dalam 229 aset kripto yang boleh diperdagangkan dalam transaksi aset kripto di Indonesia,” ujar Bappebti.

Hal itu diatur dalam Peraturan Bappebti Nomor 7 tahun 2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik.

Calon pedagang fisik atau yang sudah berdagang aset kripto hanya dapat memperdagangkan 229 aset digital itu di pasar fisik aset kripto yang ditetapkan oleh Kepala Bappebti.

Meski begitu, pedagang fisik kripto dapat mengajukan usulan penambahan jenis kripto kepada Bappebti melalui Bursa Berjangka Aset Kripto. Kemudian akan ditetapkan dalam daftar kripto yang dapat diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

Anang pun menyatakan tengah mengurus izin ke Bappebti. “Belum bisa diperdagangkan di exchange kripto di Indonesia, karena sedang dalam proses daftar ke Bappebti,” kata Anang melalui akun Instagram-nya @ananghijau, pekan lalu (10/2).

Ia menjelaskan bahwa perdagangan kripto ada dua cara, yakni melalui decentralized exchange (DEX) dan centralized exchange (CEX). “Saat ini, token kripto ASIX hanya bisa diperjualbelikan di DEX bernama Pancake Swap,” kata dia.

“Jadi, (token kripto) ASIX hanya bisa diakses dan dibeli dari wallet crypto (Pancake Swap),” tambah Anang.

DEX adalah bursa peer-to-peer (P2P) yang menghubungkan pembeli dan penjual aset kripto. Platform dari bursa terdesentralisasi ini ialah non-custodial.

Itu berarti, pengguna tetap mengendalikan private key mereka saat bertransaksi melalui platform DEX.

Dengan tidak adanya otoritas pusat, DEX menggunakan kontrak pintar atau smart contract yang dijalankan sendiri dalam kondisi yang ditentukan dan mencatat setiap transaksi ke blockchain.

Transaksi tanpa adanya otoritas pusat dengan tingkat keamanan tinggi ini dapat mewakili segmen pasar aset kripto yang semakin cepat.

Sedangkan CEX diatur oleh perusahaan organisasi pusat. CEX harus mengikuti semua hukum, aturan, lisensi pengiriman uang, dan peraturan yang berlaku di setiap negara, negara bagian, atau wilayah tempat mereka beroperasi.

“Token kripto ASIX sedang pada tahap proses pendaftaran di salah satu exchanger dalam negeri,” ujar Anang. Bursa yang dimaksud yakni Indodax.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait