Susul Apple, Samsung Setop Kirim Ponsel hingga Cip ke Rusia

Samsung menghentikan sementara pengiriman ponsel, cip, dan produk elektronik lainnya ke Rusia. Ini atas permintaan Wakil Perdana Menteri Ukraina Mykhailo Fedorov.
Image title
7 Maret 2022, 09:00
samsung, apple, rusia, ukraina
KATADATA/
Logo Samsung

Samsung mengumumkan tidak lagi mengirim ponsel pintar (smartphone), cip (chip) dan produk elektronik lainnya ke Rusia. Langkah ini lebih dulu dilakukan oleh Apple.

Perusahaan asal Korea Selatan itu akan memantau situasi yang kompleks selama invasi Rusia ke Ukraina. Perusahaan pun menghentikan ekspor produk ke Rusia untuk sementara.

Penghentian tersebut mencakup semua produk Samsung mulai dari smartphone, cip, dan produk elektronik konsumen, seperti TV pintar. Ini artinya, pelanggan Samsung di Rusia tidak dapat menemukan produk Samsung di toko.

"Prioritas kami adalah menjamin keselamatan seluruh karyawan kami dan keluarga mereka," kata Samsung dikutip dari Gizchina, akhir pekan lalu (5/2).

Advertisement

Selain itu, Samsung ikut membantu Ukraina yang terkena dampak invasi Rusia. Samsung menyumbang US$ 6 juta, sebanyak US$ 1 juta di antaranya berupa produk elektronik konsumen ke Ukraina.

Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Ukraina Mykhailo Fedorov mengirim surat kepada Co-vice Chairman Samsung Han Jong-hee. Fedorov meminta Samsung menghentikan pasokan layanan dan produk ke Rusia untuk sementara.

"Kami percaya bahwa tindakan tersebut akan memotivasi pemuda di Rusia ikut serta menghentikan agresi militer Rusia," katanya.

Sedangkan raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) Apple lebih dahulu menghentikan pengiriman produk ke Rusia. Pekan lalu, semua produk Apple di toko elektronik Rusia tidak tersedia.

Hal itu karena Apple tidak lagi mengoperasikan toko fisik di Rusia.

“Kami mengambil tindakan dalam menanggapi invasi. Kami menghentikan sementara semua penjualan produk di Rusia," kata Apple dikutip dari CNBC Internasional, pekan lalu (3/3).

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait