Empat Strategi Xiaomi Geser Popularitas OPPO dan Vivo di Indonesia

OPPO dan Vivo memimpin pasar ponsel pintar di Indonesia per akhir tahun lalu. Xiaomi menyiapkan empat cara untuk mengalahkan popularitas kedua merek ini.
Image title
15 Maret 2022, 18:09
xiaomi, cina, oppo, vivo, samsung, realme
Metta Dharmasaputra, Katadata.
Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, ketika berkunjung ke Xiaomi Campus di kawasan Xi\'erqi, distrik Haidian, Tiongkok, Senin (18/11/2019).

Xiaomi menyiapkan empat strategi guna mendongkrak penjualan ponsel di pasar Indonesia tahun ini. Saat ini, pangsa pasar penjualan gawai di Tanah Air masih dikuasai oleh OPPO dan Vivo.

Country Director Xiaomi Indonesia Alvin Tse mengatakan, perusahaan akan berfokus memperhatikan merek (brand) dengan lebih banyak meluncurkan portofolio produk kelas atas atau high end.

"Kami ingin membawa inovasi terbaru pada produk kelas atas itu ke Indonesia," ujar Alvin dalam konferensi pers virtual pada Selasa (15/3).

Strategi kedua, mengembangkan lebih banyak integrasi Internet of Things (IoT). "Ke depan, kami berfokus pada experience IoT," ujarnya.

Advertisement

Ketiga, menggandeng lebih banyak distributor dan toko resmi. Xiaomi juga mulai menyasar pengembangan distributor dan toko resmi di luar Pulau Jawa.

Terakhir, Xiaomi akan berfokus pada pengembangan kantor cabang. "Kami memperkuat kantor regional di luar Jakarta agar pasar di daerah bisa berkontribusi lebih banyak," ujarnya. 

Laporan IDC menyebutkan bahwa OPPO berhasil mendapatkan pangsa pasar penjualan terbesar di Indonesia, di atas 20% pada kuartal III 2021.

Posisi kedua ditempati oleh Vivo 20%. Sedangkan Xiaomi 15%. Kemudian, Samsung dan Realme.

"OPPO berhasil menjaga persediaan yang relatif stabil, meskipun kekurangan pasokan," kata IDC pada akhir tahun lalu (16/12/2021).

Sedangkan, Vivo berhasil menyaingi Oppo karena mampu meningkatkan penjualan offline dan mempertahankan kemampuan pasokannya.

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait