Tips Hindari Penipuan Investasi Robot Trading dan Binary Option

Investasi bodong dengan skema robot trading dan binary option marak di Indonesia. Zipmex membagikan tiga tips menghindarinya, salah satunya mengenali cara kerja platform.
Image title
16 Maret 2022, 14:44
binary option, investasi bodong, investasi ilegal, binomo, quotex, robot trading
OJK
Ilustrasi robot trading

Investasi ilegal dengan skema robot trading dan binary option marak di Indonesia. Perusahaan jual beli kripto Zipmex pun membagikan tiga tips untuk menghindari investasi bodong.

Head of Growth Zipmex Indonesia Siska Lestari mengatakan, platform robot trading dan binary option biasanya menawarkan layanan trading sejumlah aset, seperti saham, foreign exchange (forex), dan kripto.

Robot trading dan binary option berkedok kripto memanfaatkan tren pertumbuhan aset digital yang pesat. “Kripto tren, sehingga mereka masuk ke sini," katanya dalam konferensi pers virtual, Rabu (16/3).

Padahal, kenyataannya tidak ada transaksi kripto yang sah di platform investasi bodong dengan skema robot trading dan binary option.

Advertisement

"Jadi, jangan langsung mengikuti tren karena takut merasa tertinggal atau FOMO. Sebenarnya itu penipuan (scam)," ujarnya.

Untuk menghindari penipuan robot trading dan binary option berkedok investasi kripto, Zipmex pun membagikan tiga tips, yakni:

1. Mengenali skema kerja platform

"Harus tahu dulu, alat (tools) dari robot trading dan binary option ini. Bagaimana pembagian keuntungannya. Scam atau tidak," katanya.

Informasi seperti itu bisa didapatkan di internet.

Robot trading biasanya menjanjikan imbal hasil dan skema secara berjenjang atau member get member. Anggota yang dapat merekrut member baru bahkan dijanjikan mendapat bonus, berupa sponsorship.

Robot trading juga menjanjikan keuntungan konsisten dan pembagian profit dengan penjual. Penyelenggara robot trading bodong biasanya langsung melakukan pembelian aset, tanpa bertanya terlebih dulu.

Sedangkan binary option adalah instrumen trading online yang mengharuskan pengguna memilih satu dari dua opsi, apakah harga aset akan naik ataukah turun. 

Pengguna akan diminta menaruh modal terlebih dulu, seperti emas, forex, saham hingga kripto. Mereka kemudian mempertaruhkan modal ini untuk menebak harga dalam kurun waktu yang telah ditentukan.

Bila tebakannya benar, dia akan memperoleh 80% keuntungan dari modal yang ditanamkan. Bila pilihannya salah, 100% modalnya akan lenyap.

Oleh sebab itu, cara kerja opsi biner sering disebut sebagai permainan cash or nothing dan cenderung mirip dengan judi.

2. Masyarakat bisa mengecek legalitas platform

"Harus dilihat platform-nya dan orang-orangnya, terdaftar atau tidak di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti)," ujarnya.

Pemerintah menyatakan bahwa platform robot trading dan binary option ilegal. Pemerintah telah memblokir 1.222 domain situs web perdagangan berjangka komoditi dan permainan judi berkedok trading sepanjang 2021.

Dari total domain yang diblokir, terdapat 92 domain binary option dan 336 robot trading.

3. Menggunakan platform asli untuk berinvestasi kripto

Bappebti menerbitkan peraturan terbaru terkait penyelenggaraan perdagangan pasar fisik aset kripto. Ini tertuang dalam Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik di Bursa Berjangka.

Bappebti menetapkan 229 jenis aset kripto yang bisa ditransaksikan di pedagang aset kripto terdaftar. Jenis kripto ini termasuk bitcoin dan ethereum yang mempunyai kapitalisasi pasar terbesar di dunia.

Selain itu, terdapat 11 perusahaan pedagang aset kripto yang terdaftar di Bappebti, di antaranya Indodax, Tokocrypto, Zipmex, Idex, Pintu, Luno, Koinku, Triv, Upbit, Rekeningku, dan Bitocto.

Bappebti mencatat, jumlah pelanggan aset kripto Indonesia di perdagangan mencapai 9,5 juta orang akhir tahun lalu. 

Nilai transaksi kripto juga mencapai Rp 478,5 triliun per Juli 2021. Nilainya melonjak 636,15% dibandingkan 2020 Rp 65 triliun.

Asosiasi Blockchain Indonesia juga mencatat, pengguna aset digital terus melonjak meski Indonesia di urutan ke-30 secara global dari sisi jumlah investor. Nusantara di bawah Malaysia dan Vietnam.

"Pada 2021, pemilik kripto di Indonesia meningkat 85% dibandingkan 2020," kata Asosiasi Blockchain Indonesia dalam siaran pers, pada Januari (13/1).

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait