Ketua AFTECH dan Deddy Corbuzier Bicara soal Investasi di Kripto Artis

Selebritas Anang Hermansyah, Wirda Mansur, dan pasangan Lesti Kejora dan Rizky Billar mewarnai investasi kripto di Indonesia. Ketua AFTECH dan Deddy Corbuzier menilai, ini soal kepercayaan.
Desy Setyowati
30 Maret 2022, 14:07
Deddy Corbuzier, kripto artis, kripto, token kripto, anang, asix, wirda mansur, yusuf mansur, investasi, nft
Instagram/@pandusjahrir
Ketua AFTECH Pandu Sjahrir, Grace Tahir, dan Deddy Corbuzier dalam acara podcast, Selasa (29/3/2022).

Selebritas Anang Hermansyah, Wirda Mansur, dan pasangan Lesti Kejora dan Rizky Billar atau dikenal Leslar meluncurkan token kripto. Ketua Umum Dewan Pengurus Harian Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) periode 2021 – 2025 Pandu Patria Sjahrir menilai, aset digital besutan artis terkait kepercayaan.

Hal itu ia sampaikan saat berbincang dengan Deddy Corbuzier dan Grace Tahir dalam acara Podcast #CloseTheDoor Corbuzier. Grace merupakan anak dari konglomerat Dato Sri Tahir dan Rosy Riadi.

Pandu menyampaikan, masyarakat perlu memahami penggunaan dari token kripto yang diluncurkan oleh selebritas maupun lainnya. “Pertanyaan paling fundamental, utilitasnya apa? Harus jelas lebih dulu,” kata dia dalam acara Podcast #CloseTheDoor Corbuzier, Selasa (30/3).

Ia bercerita, dirinya berinvestasi pada satu hingga dua kripto. Ia juga baru mempelajari investasi di Non-Fungible Token (NFT).

Advertisement

Sedangkan terkait token kripto, termasuk besutan artis, “ini pasarnya baru dibuat," ujar Pandu. "Kalau saya jadi investor, pasti tidak akan saya sentuh."

Meski begitu, Pandu dan Deddy menegaskan bahwa tidak semua token kripto merupakan penipuan. “Balik lagi ke masyarakat. Ini soal reputasi,” katanya.

“Ini kan soal fan dan pengikut. Pasarnya dibuat dari situ,” ujar Pandu. “Ini soal kepercayaan di konsumen.”

Menurutnya, influencer, termasuk selebritas memiliki modal kepercayaan atau trust capital yang besar.

Oleh karena itu, menurut dia hal utama yang harus dilakukan yakni menggencarkan edukasi terkait finansial kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat dapat menghindari pinjaman online atau pinjol ilegal hingga investasi bodong.

Kok banyak penipuan online dan menyangkut juga kalangan influencer? Menurut saya ini sudah menjadi isu fundamental,” kata Pandu.

Sedangkan Deddy dan Grace menyoroti kurangnya edukasi finansial kepada siswa Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Padahal, menurut mereka ini diperlukan agar masyarakat mengetahui investasi apa yang perlu lakukan, disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai.

“Kalau mau aman, bisa investasi di deposito, emas, atau saham emiten yang sudah mapan,” kata Grace. “Untuk menjadi kaya itu butuh proses.”

Saat ini, setidaknya ada dua selebritas yang sudah meluncurkan token kripto yakni Anang Hermansyah dan Wirda Mansur. Anang merilis token kripto ASIX pada akhir Januari. Harganya Rp 0,0074 per koin pada awal Februari.

Harga token kripto itu sempat menyentuh Rp 0,389 pada awal bulan ini (6/3). Pada hari yang sama, harganya anjloknya menjadi Rp 0,051.

Harga ASIX turun lagi menjadi Rp 0,012 pada hari ini (30/3). “Turun 16,97% dalam 24 jam terakhir,” demikian dikutip dari Coinmarketcap, Rabu (30/3).

ASIX sudah tersedia di Indodax pada 3 Maret. Ini berarti, token kripto buatan Anang Hermansyah itu sudah bisa diperdagangkan di platform jual beli kripto dalam negeri.

Anang pun meminta para investor tenang dan sabar. “Aku tidak mungkin meninggalkan kalian di saat seperti ini,” kata dia dikutip dari unggahan video di akun Instagram @lambe_turah, Senin (28/3).

Token ASIX digunakan untuk bermain game play-to-earn (P2E). Di dunia NFT, gim ini dikenal dengan istilah GameFi atau gabungan gaming dan decentralized finance (DeFi).

ASIX bekerja sama dengan lima pengembang game yakni Congklak, Bekel, Layangan Battlefield, Komodochain,  dan We Are Papua. Selain itu, digunakan untuk pengembangan marketplace NFT dan membangun metaverse bernama Nusantara Land.

“Kami akan menyelesaikan semua proyek dan tanggung jawab dengan baik. Itu sangat penting bagi kami semua. Aku akan menjelaskan detail, supaya kalian memahami bagaimana perjalanan kita sampai detik ini,” kata dia.

Selain ASIX, harga I-COIN milik Wirda Mansur terus melorot. Putri Ustaz Yusuf Mansur ini menggelar presale token kripto I-COIN di PinkSale bulan lalu (16/2).

Harga satu binance coin (BNB) setara 18.666 I-COIN. Berdasarkan data CoinMarketCap, harga satu binance coin Rp 6,1 juta saat itu.

PinkSale adalah protokol yang bertujuan memberi pengguna akses untuk meluncurkan token kripto sendiri dan menjualnya. Tidak diperlukan kode.

Berdasarkan data Coinbase, harga I-COIN Rp 40 per koin pada hari ini (30/3). Harganya turun 96,17% dari level tertinggi Rp 1.058 bulan lalu (17/2).

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Sanjaya tidak berkomentar langsung terkait penurunan harga token kripto milik Anang maupun Wirda. Ia hanya mengimbau masyarakat berinvestasi di aset digital yang terdaftar.

Saat ini, ada 229 aset digital yang terdaftar di Bappebti, termasuk bitcoin, ethereum, tether, Xrp/ripple, bitcoin cash, binance coin, polkadot, cardano, dan solana. Hal ini diatur dalam Peraturan Bappebti Nomor 7 tahun 2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik.

Calon pedagang fisik atau yang sudah berdagang aset kripto hanya dapat memperdagangkan 229 aset digital tersebut. Sedangkan ASIX sudah tersedia di Indodax sejak awal bulan ini.

“Kalau aset digital belum atau masih proses pendaftaran, maka masyarakat tidak disarankan (berinvestasi),” kata Tirta kepada Katadata.co.id, Rabu (30/3).

Bulan lalu, ia mengimbau masyarakat memastikan dahulu aset digital itu benar terdaftar di Bappebti atau tidak. "Kalau tidak seperti itu, maka harus hati-hati," kata Tirta kepada Katadata.co.id, akhir Februari (24/2).

Selain mengecek izin token kripto, Tirta mengimbau masyarakat melakukan penilaian Analitycal Hierarchy Process (AHP) sebagai penentu keputusan investasi. "Ini supaya terjamin keamanan dan kebenaran koinnya," katanya.

Ia mengatakan, apabila koin yang belum terdaftar dan kemudian merugikan masyarakat, berpotensi menjadi ranah penyelidikan polisi sebagai tindak pidana.

Meskipun, terdapat juga koin yang belum terdaftar di Bappebti tapi sudah diperjualbelikan di exchanger kripto luar negeri untuk tes pasar seperti token Anang dan Wirda.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait