Raih Investasi Rp 143 M, Fintech Akulaku Perkuat Bisnis di Tiga Negara

Akulaku meraih pendanaan US$ 10 juta. Fintech yang didukung oleh Alibaba ini bakal berfokus meningkatkan portofolio kredit di tiga negara, termasuk Indonesia.
Desy Setyowati
30 Maret 2022, 14:24
Akulaku, fintech, pendanaan, alibaba
Instagram/@akulaku_id
Akulaku

Akulaku meraih pendanaan US$ 10 juta atau sekitar Rp 143 miliar dari Lend East. Startup teknologi finansial pembiayaan (fintech lending) ini berfokus memperkuat pasar di Indonesia, Filipina, dan Thailand.

Lend East adalah platform pinjaman digital yang menghubungkan modal institusional global dengan pemberi pinjaman alternatif di Asia Tenggara dan India. Lend East merevolusi pinjaman alternatif dengan menawarkan berbagai solusi utang terstruktur non-dilutif untuk perusahaan teknologi.

CEO Akulaku William Li menyampaikan, perusahaan akan menggunakan dana segar tersebut untuk terus mengembangkan dan meningkatkan portofolio kredit di target pasar utama, yaitu Indonesia, Filipina, dan Thailand.

Akulaku membidik konsumen yang belum memiliki rekening (underbanked) di negara-negara berkembang. Di Indonesia, fintech yang didukung Alibaba ini menawarkan dua fitur yaitu beli sekarang, bayar nanti (Buy Now, Pay Later/BNPL) dan kredit konsumen.

Advertisement

Tahun lalu, Akulaku menyalurkan kredit lebih dari US$ 2,2 miliar kepada 10 juta lebih pengguna.

Startup itu juga menggabungkan platform wealth management, e-commerce, dan perbankan digital. Dengan begitu, total pendapatan perusahaan meningkat 120% menjadi US$ 598 juta.

“Sejak tahun lalu, Akulaku terus mengalami pertumbuhan. Dengan adanya pendanaan tambahan ini akan memungkinkan kami untuk terus memenuhi kebutuhan underbanked di seluruh Asia Tenggara,” kata William dalam keterangan pers, Rabu (30/3).

Bain & Company dalam laporan berjudul ‘Six Ways to Win 350 Million Southeast Asian Digital Consumers’ pada Agustus 2021, delapan dari 10 konsumen di Asia Tenggara beralih ke layanan keuangan digital sejak awal pandemi Covid-19.

Namun, setengah dari populasi di Asia Tenggara ternyata belum memiliki rekening bank. Seperlima dari populasi atau 18%, tidak memiliki rekening bank dan tak mempunyai akses ke apapun selain rekening bank.

Akulaku berfokus menyasar pasar tersebut. “Akulaku merupakan investasi yang pertama kami lakukan di Asia Tenggara pada 2019, karena ini sejalan dengan strategi investasi kami yaitu menguasai pasar dan menjadi pemimpin di wilayah utama kami beroperasi,” katanya.

Co-Founder sekaligus CEO Lend East Karan Bhatia menyampaikan, Lend East memfasilitasi pendanaan yang dapat meningkatkan akses ke pembiayaan untuk konsumen underbanked di Asia.

Ia mengklaim, perusahaannya memungkinkan pemberi pinjaman alternatif untuk tumbuh dan berkembang, dengan memberikan mereka akses ke jaringan investor yang luas dan komprehensif.

Lend East memanfaatkan platform analisis kredit dan risiko besutan sendiri, SPA{R} 3 K untuk membuat modal pertumbuhan terukur yang dapat diakses oleh ekosistem pinjaman alternatif di kawasan ini.

“Kami menantikan kerja sama jangka panjang dengan Akulaku dan berharap fintech ini akan terus mengalami kesuksesan secara berkelanjutan, serta dapat memperluas keberadaanya di luar Asia Tenggara,” kata Karan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait