Startup Manuva Klaim Genjot Produksi Klien Manufaktur Pakai Teknologi

Startup Manuva mengklaim bisa mendongkrak utilisasi mesin produksi klien manufaktur hingga 25%. Perusahaan rintisan ini menyediakan tiga layanan.
Image title
18 Mei 2022, 14:24
startup, manufaktur, Manuva
Manuva
Tim startup Manuva

Startup Manuva mengklaim dapat meningkatkan utilisasi mesin produksi klien manufaktur hingga 25%. Secara tidak langsung, hal ini menjadikan harga jual produk lebih kompetitif.

Perusahaan rintisan yang sebelumnya bernama Tjetak itu menyediakan platform rantai pasokan hulu ke hilir untuk manufaktur kecil hingga menengah. Mereka menyediakan platform penjualan untuk barang jadi, produk kustomisasi sampai bahan baku.

“Melihat potensi pertumbuhan bisnis manufaktur skala kecil dan menengah di Indonesia, kami optimistis untuk terus melebarkan sayap dan menghadirkan inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas ekosistem manufaktur digital,” kata Co-Founder Manuva Anggara Pranaspati dalam keterangan pers, Selasa malam (17/5).

Ia mengatakan, Manuva berfokus untuk berkolaborasi dengan perusahaan manufaktur skala kecil dan menengah yang umumnya belum mencapai utilisasi kapasitas maksimal atau rata-rata baru 60%.

Advertisement

“Kami membantu mereka mengoptimalkan kapasitas dengan memproduksi barang jadi untuk pasar retail, ataupun menerima pesanan produksi dari brand lain (maklon),” katanya.

Tahun ini, startup tersebut berencana ekspansi dengan menyediakan saluran distribusi di seluruh pulau Jawa, Bali, Sumatera, serta beberapa kota besar lainya di Indonesia. Selain itu, berfokus mengembangkan akuisisi manufaktur di vertikal baru, seperti manufaktur produk elektrikal dan garmen.

Menurutnya, manufaktur kecil dan menengah memiliki potensi pertumbuhan yang besar. Apalagi, Indonesia masuk 10 negara dengan manufaktur terbesar di dunia.

Ekosistem Manuva membantu proses jual-beli barang jadi, produk kustomisasi, serta bahan baku dengan menggunakan tiga produk utama, yaitu:

  1. Manuva Retail: Membuka jaringan distribusi agar basis pelanggan toko ritel bisa menjual produk jadi dari para mitra manufaktur di toko masing-masing. Distribusi Manuva tersebar ke ribuan gerai ritel di lima provinsi dan 48 kota/kabupaten. 
  2. Manuva Procure: Sistem e-procurement untuk mempertemukan pelaku bisnis dengan manufaktur dalam hal pengadaan barang custom. Platform ini diklaim memudahkan para manufaktur menjangkau pelanggan business to business (B2B) di seluruh Indonesia dan menawarkan kredibilitas lebih untuk proses penawaran harga, produksi, dan kontrol kualitas akhir.
  3. Manuva Supply: Platform bagi pelaku manufaktur untuk bisa menerima pesanan, mengatur produksi, dan pembelian bahan baku. Saat ini, Manuva memiliki lebih dari 250 pabrik manufaktur skala kecil dan menengah di lima hub di Pulau Jawa.

“Kami memiliki misi untuk mendigitalisasi ekosistem manufaktur dan rantai pasok di Indonesia. Oleh karena itu, kami berfokus meningkatkan utilisasi kapasitas produksi melalui dua kanal penjualan untuk mitra manufaktur,” ujar Anggara.

“Dukungan yang kami berikan tidak terbatas peningkatan penjualan, tapi juga efisiensi pada proses pembelian bahan baku mentah hingga akses kepada modal kerja dari Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang telah bekerja sama dengan Manuva,” tambah dia.

Startup yang berdiri pada 2018 itu memperoleh pendanaan seri A yang dipimpin oleh Vertex Ventures. Dana segar ini digunakan untuk ekspansi wilayah, penguatan talenta, pengembangan fitur, serta peningkatan kapasitas lab dan fasilitas pengemasan.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait