Fintech Unicorn Xendit Raih Pendanaan Rp 4,4 Triliun, Bidik 3 Negara

Startup fintech Xendit meraih pendanaan Rp 4,4 triliun. Unicorn ini berencana ekspansi ke tiga negara di Asia Tenggara, setelah hadir di Filipina.
Desy Setyowati
22 Mei 2022, 07:18
Xendit, fintech, startup, unicorn, pendanaan, pendanaan startup
Xendit.co.id
Logo Xendit

Startup teknologi finansial (fintech) Xendit meraih pendanaan seri D US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,4 triliun. Unicorn ini pun berencana memperluas ekspansi ke tiga negara, seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam.

Pendanaan tersebut dipimpin oleh  Coatue dan Insight Partners. Selain itu, Accel, Tiger Global, Kleiner Perkins, EV Growth, Amasia, Intudo, dan Goat Capital milik Justin Kan menambah investasi di Xendit.

“Melalui pendanaan terbaru ini, kami berkomitmen untuk terus berinvestasi di pasar-pasar baru,” kata Co-founder sekaligus CEO Xendit Moses Lo  dalam keterangan pers, akhir pekan lalu (20/5). Total, Xendit memperoleh pendanaan US$ 538 juta.

Ia menyebutkan bahwa nilai ekonomi digital Asia Tenggara diprediksi US$ 360 miliar pada 2025. “Kami percaya Xendit telah berada di posisi yang tepat untuk bisa berkontribusi dan meraih manfaat dari pertumbuhan tersebut,” ujarnya.

Advertisement

Xendit juga akan menggunakan dana segar yang diperoleh untuk mengembangkan platform dan memperluas lini bisnis. “Ini agar kami bisa memaksimalkan peluang yang ada,” katanya.

Unicorn itu beroperasi di Indonesia dan Filipina saat ini. “Xendit akan terus berekspansi ke wilayah baru seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam,” kata Co-founder sekaligus COO Xendit Tessa Wijaya .

Xendit bakal mengidentifikasi kebutuhan pelaku usaha di negara-negara tersebut dan memberikan solusi infrastruktur pembayaran. “Kami pun berencana menghadirkan layanan lebih luas dan bervariasi misalnya, program pinjaman yang telah kami jalankan di Indonesia,” ujarnya.

Untuk melayani lebih banyak startup dan UMKM di Indonesia dan Asia Tenggara, Xendit  melakukan sejumlah langkah strategis. Baru-baru ini, perusahaan rintisan itu berinvestasi di Bank Sahabat Sampoerna dan menawarkan layanan banking-as-a-service (BaaS).

Fintech itu juga mengonfirmasi rencana membeli saham perusahaan multifinance PT Globalindo Multi Finance. Ini terkait dengan rencana Globalindo Multi Finance merger dengan PT Emas Persada Finance.

“Yang saat ini diumumkan di media adalah rencana aksi korporasi dari Globalindo Multi Finance mengenai perubahan kepemilikan. Xendit group nantinya menjadi salah satu pemilik dari Globalindo Multi Finance,” kata bagian Humas Xendit kepada Katadata.co.id, pada April (13/4).

Namun ia belum memerinci terkait besaran saham yang akan dibeli maupun porsi Xendit nantinya. “Kami akan sampaikan lebih lanjut saat proses administrasi sudah selesai,” kata dia.

Dia juga enggan berkomentar mengenai rencana pengembangan produk Xendit ke depan dari akuisisi tersebut. “Tetapi, kehadiran produk pembiayaan akan menambah value added service kami,” ujar dia.

Pada Maret, Xendit meluncurkan XENSclub, yakni komunitas resmi penjual online Xendit yang memiliki beragam program edukatif untuk membantu para anggota mengembangkan diri dan bisnis online-nya.

Anggota XENSClub memperoleh beragam akses gratis dan eksklusif, seperti kelas-kelas edukatif, komunikasi intensif dengan tim Xendit, dan mendapatkan informasi terkait fitur-fitur terbaru.

Tahun lalu, Xendit juga melakukan investasi strategis di DragonPay. Ini sebagai bagian dari ekspansi ke Filipina.

Unicorn di bidang payment gateway itu menyediakan layanan bagi pelaku startup dan UMKM dalam memproses pembayaran digital dan meningkatkan skala bisnis. Xendit mencatatkan peningkatan penjualan lebih dari 10% secara bulanan (month-on-month) sejak diluncurkan 2016.

Selama setahun terakhir, jumlah transaksi tahunan yang difasilitasi oleh Xendit melonjak tiga kali lipat, dari 65 juta menjadi 200 juta. Total nilai pembayaran juga melonjak dari US$ 6,5 miliar (Rp 95 triliun) menjadi US$ 15 miliar (Rp 219 triliun).

General Partner Coatue Luca Schmid menilai, pembayaran adalah komponen penting di setiap bisnis online. “Kami percaya bahwa Xendit mampu menangkap peluang emas ini di Asia Tenggara,” ujar dia.

Menurutnya, Xendit memiliki pengetahuan lokal yang mendalam, infrastruktur teknologi canggih, dan pelayanan pelanggan yang baik. Oleh karena itu, ia optimistis fintech itu berhasil menjadi platform pembayaran digital yang merevolusi transaksi bisnis di Asia Tenggara. 

Managing Director Insight Partners Nikhil Sachdev menambahkan,peluang dari pasar infrastruktur pembayaran di Asia Tenggara sangatlah besar. “Xendit berhasil memanfaatkan peluang ini melalui teknologi pembayaran kelas dunia,” katanya.

Xendit dinilai bisa menjadi pemain dominan di kawasan, karena memiliki kepemimpinan yang kuat, pertumbuhan sehat, dan kepuasan pelanggan yang tinggi. “Oleh karena itu, kami sangat antusias untuk berkolaborasi dengan tim Xendit seiring dengan upaya mereka meningkatkan skala bisnisnya,” tambah dia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait