Elon Musk Kehilangan Rp 928 T, Tak Lagi Jadi Orang Terkaya di Dunia?

Elon Musk kehilangan kekayaan hampir Rp 1.000 triliun. Selain dia, harta jajaran 10 orang terkaya di dunia melorot ribuan triliun.
Fahmi Ahmad Burhan
5 Juli 2022, 11:55
elon musk, tesla, orag terkaya di dunia
Istimewa
Elon musk

Elon Musk kehilangan kekayaan hampir US$ 62 miliar atau Rp 928 triliun selama paruh pertama tahun ini. Meski demikian, CEO Tesla tetap menjadi orang terkaya di dunia.

Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, bukan hanya Elon Musk yang kehilangan harta. Kekayaan 10 orang terkaya di dunia turun US$ 250 miliar atau Rp 3.745 triliun tahun ini.

"Penurunan kekayaan mereka disebabkan jatuhnya pasar saham Amerika Serikat (AS) pada 2022," demikian dikutip dari Business Insider, akhir pekan lalu (2/7).

Pasar saham mengalami paruh pertama terburuk sejak 1970. Sedangkan kepemilikan saham 10 orang terkaya di dunia menyumbang sebagian besar dari kekayaan bersih.

Advertisement

Salah satu kerugian besar dirasakan oleh Elon Musk. Harga saham Tesla merosot 43% tahun ini, karena ketidakpastian ekonomi.

Selain Musk, pendiri Amazon Jeff Bezos mengalami penurunan kekayaan US$ 63 miliar atau Rp 943 triliun selama paruh pertama. CEO Meta Mark Zuckerbeg juga kehilangan US$ 66 miliar atau 988 triliun.

Meski kehilangan kekayaan secara fantastis, Elon Musk tetap menjadi orang terkaya di dunia. Berdasarkan data Bloomberg Billionaires Index, CEO Tesla ini masih mempunyai kekayaan US$ 210 miliar atau Rp 3.146 triliun.

Menurut Forbes, kekayaan bersih Elon Musk US$ 221 miliar atau Rp 3.311 triliun. Kekayaannya sempat mencapai puncak US$ 340 miliar atau Rp 5.094 pada November 2021.

Elon Musk bergelimang harta berkat sejumlah bisnis. Ia mengembangkan produsen kendaraan listrik Tesla sejak 2003.

Kini, Elon Musk memiliki sekitar 25% saham dan opsi Tesla. Forbes menyebutkan bahwa sebagian besar kekayaannya bersumber dari saham Tesla.

Elon Musk juga mendirikan perusahaan ruang angkasa SpaceX. Perusahaan ini bernilai US$ 125 miliar atau Rp 1.872 triliun setelah putaran pendanaan pada Mei.

Ia juga berinvestasi pada sejumlah perusahaan dan teknologi. Pada 2015, bos Tesla ini ikut mendirikan perusahaan riset kecerdasan buatan OpenAI. Namun, ia mengundurkan diri dari OpenAI karena bentrok kepentingan dengan Tesla.

Selain itu, mendirikan The Boring Company pada 2016. Perusahaan ini bertujuan membangun terowongan kelas dunia untuk kota-kota, baik di dalam maupun di bawah tanah.

Musk juga mengembangkan Neuralink. Tujuannya, memperluas batas penggabungan otak manusia dengan teknologi buatan.

Terbaru, Musk sepakat untuk membeli saham Twitter US$ 44 miliar atau Rp 636 triliun. Kesepakatan itu akan membuat Musk memegang kendali penuh atas Twitter.

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait