Kredivo-KIC: Pria Lebih Sering Belanja di E-Commerce Ketimbang Wanita

Riset menunjukkan, konsumen laki-laki lebih sering berbelanja di e-commerce ketimbang perempuan di Indonesia sejak 2020. Ini juga terjadi AS. Apa penyebabnya?
Desy Setyowati
6 Juli 2022, 13:40
e-commerce, belanja online
ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/wsj.
Seorang warga berbelanja secara daring melalui salah satu situs perusahaan e-commerce di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Senin (13/12/2021).

Riset Kredivo dan Katadata Insight Center (KIC) pada Juni menunjukkan, laki-laki lebih sering berbelanja di e-commerce ketimbang perempuan selama tahun lalu. Ini terjadi sejak 2020.

Laporan bertajuk “Perilaku Konsumen E-commerce Indonesia” itu memanfaatkan data primer dengan 16 juta sampel transaksi pembayaran yang berasal dari 1,5 juta sampel pengguna Kredivo di lima e-commerce terbesar di Indonesia selama 2021.

Riset itu menunjukkan, proporsi jumlah transaksi yang dilakukan oleh laki-laki 62%. Sedangkan perempuan 38%.

Meski begitu, konsumen perempuan membeli lebih banyak produk dalam sekali transaksi. Alhasil, meski transaksinya lebih sedikit ketimbang laki-laki, produk yang dibeli bisa jadi lebih banyak.

Advertisement

Dari sisi nilai transaksi, konsumen laki-laki juga mendominasi yakni 64%. Sedangkan perempuan 36%.

Rata-rata jumlah uang yang dikeluarkan oleh konsumen laki-laki Rp 320.982. Sedangkan perempuan Rp 289.163

“Konsumen laki-laki yang lebih mendominasi transaksi di e-commerce menjadi tren yang terus berlanjut sejak 2020, dengan angka persentase yang meningkat,” kata VP Marketing and Communications Kredivo Indina Andamari dalam keterangan pers, Rabu (6/7).

Menurutnya, hal itu karena e-commerce semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama di tengah pandemi corona. Selain itu, opsi pembayaran kian beragam, dengan adanya paylater.

Di Amerika Serikat (AS), konsumen laki-laki juga lebih sering berbelanja online ketimbang perempuan. Pengeluaran pria di Walmart 32% dan di Amazon 38% pada kuartal I 2021.

Secara keseluruhan, jumlah transaksi e-commerce Indonesia diprediksi mencapai US$ 137,5 miliar atau Rp 2.406 triliun pada 2025.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait