Beragam Komponen Biaya Bikin Teknologi Metaverse Milik Raffi Ahmad

Shinta VR mengembangkan platform metaverse milik Raffi Ahmad, RansVerse. Berapa biaya yang dikeluarkan?
Fahmi Ahmad Burhan
6 Juli 2022, 17:44
raffi ahmad, metaverse
Instagram/@raffinagita1717
RANS Entertainment merambah bisnis metaverse

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina melalui RANS Entertainment menggandeng Shinta VR untuk mengembangkan metaverse RansVerse. Berapa biaya yang digelontorkan?

RansVerse merupakan bentuk kerja sama empat entitas. Keempatnya yakni:

  1. RANS Entertainment sebagai pemilik intellectual property RansVerse
  2. VCGamers sebagai pihak penyedia infrastruktur blockchain
  3. Upbanx sebagai penyedia layanan pendanaan bagi influencer
  4. Shinta VR sebagai pengembang platform metaverse

Managing Director Shinta VR Andes Rizky mengatakan, butuh dua hingga 2,5 tahun untuk membangun satu proyek metaverse. Namun, ia tidak memerinci besaran biayanya.

Ia hanya mengungkapkan komponen pengeluaran yang harus dikeluarkan oleh pengembang. "Biaya ini harus disiapkan mulai dari perencanaan hingga proyek itu jadi," kata Andes dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/7).

Advertisement

Komponennya sebagai berikut:

1. Biaya perencanaan dan riset

Sebelum membuat proyek, pengembang harus mengetahui apa saja utilitas dari proyek hingga masing-masing aset virtual. Selain itu, merencanakan pasar yang disasar.

"Apakah hanya Indonesia atau internasional," ujar Andes.

2. Tahap eksekusi

Pada tahap ini, pengembang mulai mengucurkan dana untuk teknologi tiga dimensi atau 3D hingga grafis

3. Optimisasi proyek

4. Penyesuaian perangkat yang akan dipakai

5. Maintenance komunitas

Sebab, proyek metaverse berbasiskan komunitas. "Jadi, pastikan proyek harus mengakomodasi komunitas. Setelahnya, baru produk sudah fit untuk pengguna," ujarnya.

Berdasarkan riset PwC, teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) di metaverse mampu meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) global US$ 1,4 triliun pada 2030. Selain itu, AR dan VR mampu mendorong adanya 23,3 juta pekerjaan baru.

Sebelumnya, Pendiri Microsoft Bill Gates memperkirakan bahwa pertemuan kantor di dunia virtual atau metaverse akan menjadi tren pada 2023 – 2024. Menurutnya, pandemi Covid-19 mendorong banyak orang beralih ke digital, termasuk merevolusi tempat kerja.

Raksasa teknologi asal Cina, Baidu, juga memperkirakan bahwa adopsi metaverse butuh waktu enam tahun agar bisa hadir sepenuhnya secara global. Presiden HTC China Alvin Graylin juga mengatakan, metaverse secara penuh akan hadir dalam lima sampai 10 tahun. 

Statista pernah melakukan survei terhadap 1.000 responden untuk mengetahui kegiatan apa saja yang ingin mereka lakukan di dunia Metaverse. Dan ternyata, sekitar 52% responden mengaku ingin masuk ke sana untuk mendapat pengalaman bekerja di ruang kerja virtual.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait