Sempat Setop Penarikan Dana, Bappebti Pantau Bursa Kripto Zipmex

Setelah otoritas Thailand, giliran Bappebti yang memantau Zipmex. Perusahaan kripto ini sempat menangguhkan penarikan dana karena terkait bursa crypto bangkrut.
Lenny Septiani
16 Agustus 2022, 15:52
Zipmex, kripto, bappebti
Katadata
Zipmex

Bursa kripto Zipmex diselidiki oleh otoritas Thailand setelah menyetop sementara penarikan dana. Kini giliran Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) berjanji akan terus memantau perusahaan ini.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menyampaikan, Bappebti bakal terus memantau Zipmex Indonesia secara intensif. Ini terkait penangguhan penarikan aset pelanggan bulan lalu (20/7).

Namun pengguna Zipmex Exchange Indonesia sudah bisa menarik dana per 21 Juli. Meski begitu, Bappebti akan terus memantau perusahaan kripto ini untuk melindungi masyarakat dan meningkatkan integritas perdagangan fisik aset digital.

“Kami memastikan komitmen Zipmex untuk menjamin keamanan dana,” kata Jerry konferensi pers di kantor Bappebti, dikutip dari siaran pers, Senin malam (15/8). Ia juga menegaskan bahwa konsumen harus dilindungi sehingga tidak dirugikan.

Advertisement

Sebelumnya manajemen Zipmex menyampaikan, fitur withdrawal trade wallet perusahaan telah beroperasi kembali setelah disetop sementara pada Rabu (20/7). Zipmex juga melakukan proses pemeliharaan sistem pada Kamis (21/7).

Zipmex menjelaskan bahwa salah satu penyebab penangguhan penarikan dana itu adalah masalah keuangan yang dialami oleh rekan perusahaan. Ada dua entitas yang mempunyai transaksi eksposur dengan Zipmex, yakni Babel Finance dan Celsius.

Besaran eksposur Zipmex di Babel Finance mencapai US$ 48 juta per Kamis (21/7). Sedangkan dengan Celsius US$ 5 juta.

"Kami secara aktif terus bekerja dan berusaha menyelesaikan situasi ini untuk memulihkan sisa dana yang masih menggantung ini," kata manajemen Zipmex dalam keterangan resmi kepada Katadata.co.id, bulan lalu (21/7).

Reporter: Lenny Septiani
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait