Menteri Airlangga: RI Sudah Pakai Satelit Internet ‘Super’ Elon Musk

Lenny Septiani
1 September 2022, 16:54
elon musk, airlangga, Starlink
Instagram/@Starlink_satellites
Logo Starlink

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia sudah menggunakan satelit internet berkecepatan tinggi milik Elon Musk yakni Starlink. Kecepatannya bisa mencapai 160 Megabit per detik (Mbps).

“Orbit satelit ini kami sudah meluncurkan di Kalimantan Timur,” kata Airlangga dalam acara diskusi Amazon Web Services (AWS) di Jakarta, Kamis (1/9). Namun, dia tidak memerinci wilayah yang dimaksud maupun penggunaannya.

Starlink merupakan anak usaha SpaceX yang bergerak di bidang infrastruktur internet. Perusahaan ini menyediakan ribuan satelit kecil yang dikirim secara massal ke orbit bumi pada posisi rendah.

Anak usaha SpaceX itu telah beroperasi di Indonesia lewat PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) sejak bulan lalu. Layanannya juga sudah digunakan untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi selama 15 Juli - 31 Agustus.

Satelit milik orang terkaya di dunia itu juga sudah mendukung kegiatan latihan bersama (LATMA) yang melibatkan 14 negara, yaitu Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Jepang, Singapura, Prancis, Inggris, Papua Nugini, Timor Leste, India, Kanada, Selandia Baru, dan Korea Selatan.

Layanan Starlink digunakan untuk mendukung LATMA Garuda Shield-16 karena dinilai memiliki banyak keunggulan, di antaranya:

  • Kecepatan proses delivery instalasi dengan perangkat yang ringan dan portable
  • Kecepatan layanan broadband setara dengan fiber optik
  • Mampu mendukung layanan telekomunikasi sampai dengan 5G

Danton Opforce Letda Czi Mashabi mengatakan, mereka biasanya hanya mendapatkan satu bar sinyal internet sebelum adanya Starlink. “Itu pun terkadang hilang sama sekali,” kata dia dalam keterangan pers, tiga pekan lalu (10/8).

“Namun setelah adanya Starlink, sinyal yang kami dapatkan di Amborawang (Kalimantan Timur) ini penuh. Untuk komunikasi, internet lancar, dan tidak ada kendala sama sekali,” tambah dia.

Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd. Rauf menambahkan, perusahaan memastikan kecepatan internet aman dan normal dengan menggunakan perangkat Starlink dan sarana komunikasi lain.

Telkomsel memang mendapatkan hak labuh khusus non-geostasioner atau NGSO Starlink dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Hak Labuh Satelit ini hanya berlaku untuk layanan backhaul dalam penyelenggaraan jaringan tetap tertutup Telkomsel.

Itu artinya, layanannya bukan untuk layanan retail pelanggan akses internet secara langsung oleh SpaceX.

Starlink terkenal sebagai perusahaan yang menyediakan layanan internet berkecepatan tinggi. 

"Dengan kecepatan tinggi dan latensi serendah 20 ms di sebagian besar lokasi, Starlink memungkinkan panggilan video, game online, streaming, dan aktivitas kecepatan data tinggi lainnya yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan dengan internet satelit," demikian dikutip dari situs resmi, bulan lalu (5/7).

Menurut situs pelacak kecepatan internet Ookla, Starlink merupakan penyedia layanan internet tercepat di sejumlah negara, seperti Lituania, Meksiko, Chili, dan Australia.

Berdasarkan laporan Speedtest Intelligence dari Ookla per kuartal I, kecepatan unduh rata-rata Starlink sejumlah negara sebagai berikut:

  • Meksiko 105,91 Mbps
  • Lituania 160,08 Mbps
  • Cili 110,49 Mbps
  • Kanada 97,40 Mbps
  • AS 90,55 Mbps
  • Belgia 147,85 Mbps
  • Slovakia 146,25 Mbps
  • Kroasia 136.00 Mbps
  • Austria 132.61 Mbps
  • Australia 124,31 Mbps

"Jauh lebih cepat daripada layanan internet broadband tetap di Australia, 50,87 Mbps," kata Ookla dalam laporan, pada Juni (28/6).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...