Tak Terima Gaji, Kekayaan Bos Shopee Anjlok Ratusan Triliun

Shopee melakukan PHK di Indonesia. Petinggi induk usaha Sea Ltd juga tidak menerima gaji. Kekayaan pendiri Forrest Li melorot ratusan triliun.
Desy Setyowati
21 September 2022, 14:21
Forrest Li, shopee, sea ltd,
Sea Ltd
Forrest Li

Para petinggi induk Shopee, Sea Ltd memutuskan untuk menerima kompensasi. Kekayaan CEO Sea Group Forrest Li anjlok sekitar Rp 241,6 triliun.

Kekayaan pendiri Shopee itu US$ 20,3 miliar (Rp 304,6 triliun), menurut data Bloomberg Billionaires Index pada Agustus 2021. Kini hanya US$ 4,2 miliar (Rp 63 triliun) per 13 September.

Itu artinya, kekayaan bos Shopee melorot US$ 16,1 miliar (Rp 241,6 triliun).

Forrest Li menyampaikan, petinggi tidak akan menerima kompensasi. “Ini berlaku sampai perusahaan mencapai swasembada,” kata dia dalam memo internal 1.000 kata kepada staf, dikutip dari VulcanPost, akhir pekan lalu.

Advertisement

Namun yang membuat kekayaan Li melorot bukan karena gaji, melainkan valuasi induk Shopee yang turun. Valuasinya anjlok dari di atas US$ 200 miliar pada Oktober lalu 2021 menjadi hanya US$ 27 miliar.

Berdasarkan prospektus awal perusahaan di situs resmi US Securities and Exchange Commission (SEC) atau Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat, Li memiliki 56,12 juta saham biasa Sea Ltd atau setara 20,7% sebelum pencatatan saham perdana alias IPO.

Penurunan harga saham dan valuasi Sea Ltd tentu berpengaruh terhadap kekayaan Forrest Li.

Tahun lalu, bisnis Sea Ltd didukung oleh layanan gim seperti Free Fire dan e-commerce Shopee yang kebanjiran pengguna di tengah kasus Covid-19. Valuasinya pun melonjak.

Gim buatan Garena, Free Fire meraup lebih dari US$4 miliar pada 2021, menurut perusahaan riset Sensor Tower. Namun pendapatannya melorot setelah dilarang oleh pemerintah India pada Februari.

Sedangkan bisnis Shopee tutup di di Prancis dan India pada Maret. Kini, e-commerce asal Singapura ini dikabarkan akan keluar dari Argentina dan menutup operasional lokal di Cili, Kolombia, dan Meksiko.

“Ini karena ketidakpastian makro ekonomi yang meningkat saat ini,” kata Chief Executive Shopee Chris Feng dalam email internal dikutip dari Reuters. “Sea Ltd perlu memfokuskan sumber daya pada operasi inti.”

Sea Ltd yang terdaftar di New York pun memangkas jumlah pekerja di seluruh unit dalam beberapa bulan terakhir. Shopee juga mengumumkan pemutusan hubungan kerja alias PHK di Indonesia.

Hal itu dilakukan setelah perusahaan melaporkan kerugian kuartalan hampir US$ 1 miliar pada April - Juni.

"Nada mereka tidak pernah lebih pesimistis (dari ini)," kata analis utama di DZT Research yang berbasis di Singapura Ke Yan.

Menurutnya, strategi Sea Ltd menggunakan arus kas Garena untuk mengompensasi ‘bakar uang’ Shopee tidak berkelanjutan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait