Grab Punya ‘Uang’ Lebih Banyak Ketimbang Shopee, Gojek Terakhir

Grab memiliki runway atau masa bertahan yang lebih panjang ketimbang induk Shopee dan Gojek. Apa yang dilakukan oleh Grab?
Desy Setyowati
28 September 2022, 11:00
Gojek, Grab, goto, sea ltd, Shopee
Momentum Works
Mitra pengemudi Gojek, Grab, dan Shopee

Startup dan perusahaan teknologi berfokus memperpanjang runway di tengah ancaman resesi. Momentum Works mencatat, Grab memiliki runway yang lebih panjang dibandingkan induk Shopee, Sea Ltd dan induk Gojek, GoTo.

Dalam konteks startup, runway mengacu pada berapa lama perusahaan dapat bertahan di pasar, jika pendapatan dan pengeluaran konstan. Sedangkan Momentum Works ialah perusahaan venture builder yang berbasis di Singapura.

Momentum Works membandingkan cash balance Grab, GoTo, dan Sea Ltd. Ketiganya merupakan startup yang telah mencatatkan saham perdana alias initial public offering (IPO).

Cash balance adalah informasi mengenai jumlah uang tunai yang dimiliki oleh perusahaan.

Advertisement

Hasilnya, “Grab memiliki runway terpanjang (terkait ‘bakar uang’ pada kuartal II),” demikian dikutip dari laporan Momentum Works, Selasa malam (27/9). Kas bersih Grab US$ 5,57 miliar, sementara biaya pinjaman US$ 2,17 miliar.

Lalu, runway induk Shopee lebih panjang ketimbang GoTo. Rinciannya sebagai berikut:

Perbandingan cash balance GoTo, Grab, Sea Ltd
Perbandingan cash balance GoTo, Grab, Sea Ltd (Momentum Works)

Sedangkan rugi bersih ketiga perusahaan selama semester I dapat dilihat pada Databoks di bawah ini:

Grab memprediksi pertumbuhan pendapatan lebih lambat tahun depan. Hal ini karena  permintaan pasar menurun dan perusahaan berfokus untung.

Decacorn Singapura itu menargetkan pendapatan tumbuh sekitar 45% - 55% tahun depan. Sedangkan rerata analis memprediksi pertumbuhannya bisa mencapai 49%.

Perusahaan yang didukung oleh SoftBank Group Corp itu juga menargetkan tidak rugi lagi atau mencapai titik impas alias break even point (BEP) pada semester II 2024.

“Grab khawatir akan resesi global. Sangat berhati-hati dan bijaksana tentang perekrutan apa pun,” kata Chief Operating Officer Alex Hungate dikutip dari Reuters, Senin (26/9).

Selain itu, Grab mengekang ambisinya di layanan keuangan. “Hasilnya, Grab tidak sampai pada titik ‘putus asa’ sampai harus menghentikan sementara perekrutan atau PHK,” tambah dia.

Dia bercerita, Grab melakukan reorganisasi khusus selama sekitar enam bulan. Decacorn Singapura ini berfokus merekrut karyawan di bidang data science, teknologi pemetaan, dan bidang khusus lainnya.

“Meskipun setiap perekrutan adalah keputusan yang jauh lebih besar daripada sebelumnya,” kata Pria berusia 56 tahun itu. "Anda ingin memastikan bahwa kami menghemat modal. Tantangan dalam merekrut pasti meningkat."

Hal itu dilakukan ketika kapitalisasi pasar Grab anjlok dari sekitar US$ 40 miliar saat IPO menjadi US$ 10,59 miliar hari ini (26/9) menurut data YCharts. Hungate mengatakan bahwa Grab berfokus pada layanan yang lebih menguntungkan. Salah satu caranya, mereorganisasi divisi layanan keuangan.

“Kami benar-benar memperketat niat strategis dalam layanan keuangan. Kami menggenjot layanan pembayaran, dompet digital, dan pinjaman keuangan non-bank cukup signifikan di luar platform dan di platform kami," kata Hungate.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait