Pabrikan di Taiwan Raih Rp 5 T, Gojek Pasok 2 Juta Motor Listrik di RI

Usaha patungan induk Gojek, GoTo dan TBS Energi Utama berencana memasok dua juta motor listrik di Indonesia. Rekannya di Taiwan pun meraih pendanaan US$ 345 juta.
Desy Setyowati
29 September 2022, 11:03
gojek, goto, motor listrik
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
Pengemudi ojek online mengganti baterai sepeda motor listriknya di stasiun pengisian baterai listrik di Kuningan, Jakarta, Senin (30/5/2022).

Perusahaan teknologi baterai swap asal Taiwan, Gogoro meraih fasilitas pinjaman lima tahun US$ 345 juta atau sekitar Rp 5,2 triliun. Gogoro merupakan rekan usaha patungan induk Gojek, GoTo dan PT TBS Energi Utama Tbk, Electrum dalam menyediakan motor listrik di Indonesia.

“Pinjaman ini berasal dari 10 bank sindikasi yang dipimpin oleh Mega International Commercial Bank Co.,” berdasarkan dokumen pengajuan, dikutip dari TechCrunch, Rabu (28/9).

Gogoro akan menggunakan dana segar itu untuk melunasi fasilitas pinjaman terdahulu, mengamankan sel energi untuk baterai listrik, mendukung operasional di Taiwan dan menyediakan modal kerja sesuai kebutuhan.

Perusahaan akan memiliki opsi untuk memperpanjang pinjaman selama dua tahun tambahan. Selain itu, mendapatkan diskon jika terus memenuhi tujuan pengurangan karbon.

Advertisement

Gogoro mencatatkan pendapatan US$ 90,7 juta atau naik 5,3% secara tahunan (year on year/yoy). Perusahaan ini sudah hadir di banyak negara, yakni:

  • Meluncurkan stasiun pertukaran baterai dan skuter listrik di Israel
  • menyediakan proyek percontohan pertukaran baterai kendaraan listrik pertama di Singapura
  • Meluncurkan stasiun pertukaran baterai di Cina, yang beroperasi di bawah merek Huan Huan
  • Bermitra dengan Hero MotoCorp untuk meluncurkan jaringan pertukaran baterai di India
  • Hadir di Indonesia lewat kerja sama dengan Electrum

Gojek Siap Pasok 2 Juta Motor Listrik

Electrum dan Gogoro menandatangani nota kesepahaman atau MoU pada Januari. Ini terkait dukungan kedua perusahaan atas mobilitas perkotaan di Indonesia secara berkelanjutan.

Electrum berencana membangun ekosistem kendaraan listrik dari hulu ke hilir di Indonesia. Hasil pengembangan akan diaplikasikan terhadap sejumlah layanan Gojek, seperti pesan-antar makanan GoFood hingga pengiriman barang atau GoSend.

Bagi Gogoro, kerja sama itu merupakan kesempatan untuk memperkenalkan teknologi baterai swap ke pasar Indonesia. "Kami juga akan bekerja dengan pemerintah Indonesia untuk menerapkan teknologi dan model bisnis kami yang telah teruji," kata CEO dan Chairman of the Board of Gogoro Horace Luke.

Teknologi baterai swap memungkinkan pengguna kendaraan listrik menukar baterai saat daya hampir habis. Dengan teknologi ini, pengguna tidak perlu terlebih dahulu mengisi baterai yang memakan durasi.

Gojek dan TBS Energi Utama membentuk usaha patungan Electrum
Gojek dan TBS Energi Utama membentuk usaha patungan Electrum (Gojek)

Electrum pun bakal memasok juta juta sepeda motor listrik di Tanah Air. Selain itu, Gojek bakal mengubah armada menjadi kendaraan listrik sepenuhnya pada 2030.

Presiden Direktur Electrum sekaligus Wakil Presiden Direktur TBS Pandu Sjahrir mengatakan, dirinya membutuhkan penggebrak yang memiliki potensi untuk beralih ke solusi inovatif. Meskipun Gojek menargetkan seluruh armada menjadi kendaraan listrik pada 2030, Sjahrir ingin mencapai perubahan lebih cepat dari itu.

Namun hal itu perlu didukung oleh pemerintah melalui kebijakan publik.

Ia juga berkomentar mengenai rencana Indonesia memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan. "Saya diminta pendapat oleh mereka dan menyampaikan jika kami ingin berinvestasi," kata Sjahrir dikutip dari Asia Nikkei Review.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail, Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait