Harga Kripto Bitcoin Dkk Menguat saat Dolar Amerika Melemah

Harga bitcoin, ethereum, solana hingga shiba inu melonjak sejak perdagangan kemarin. Analis menilai, investor kripto memanfaatkan pelemahan dolar Amerika.
Desy Setyowati
26 Oktober 2022, 14:09
bitcoin, ethereum, kripto
Katadata
Bitcoin

Harga kripto seperti bitcoin dan ethereum menguat sejak kemarin (25/10). Analis menilai, investor cryptocurrency memanfaatkan pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Coindesk, harga bitcoin menguat 4,6% per Pukul 13.52 WIB menjadi US$ 20.222 per koin. Harga kripto dengan volume jumbo ini kembali ke level US$ 20 ribu setelah 7 Oktober.

“Ini karena meningkatnya ekuitas Amerika Serikat, yang berdampak pada penurunan dolar AS terhadap mata uang mitra dagang,” demikian dikutip dari laman khusus kripto, Cointelegraph, Rabu (26/10).

Pendiri sekaligus CEO perusahaan perdagangan kripto Eight Michaël van de Poppe menilai, penguatan harga kripto bitcoin akan berlanjut. “Akhirnya, volatilitas akan muncul,” kata dia.

Advertisement

Pedagang sekaligus analis Il Capo dari Crypto mengatakan bahwa keuntungan dari investasi bitcoin saat ini mengungguli altcoin, meskipun kepastian tren kenaikan harga belum dapat dipastikan.

"Ada ‘bahan bakar’ untuk terus berjalan," kata Capo melalui cuitan di Twitter.

Selain bitcoin, sejumlah uang kripto mencatatkan kenaikan harga. Ethereum misalnya, meningkat 11% menjadi US$ 1.497 per koin pada Pukul 13.57 WIB.

Lalu, binance coin naik 4,41%, XRP 3,9%, cardano 12,6%, stellar 2,51%, solana 9,26%, dogecoin 10,23%, dan shiba inu 4,43%.

Trader Tokocrypto Afid Sugiono menilai harga sejumlah mata uang kripto naik, karena makroekonomi global yang stabil. Bursa efek juga meningkat pada perdagangan Selasa (25/10), walaupun harga saham Microsoft dan induk Google, Alphabet anjlok usai mengumumkan laporan keuangan.

“Bitcoin dan ethereum mendapatkan momentum karena Wall Street mengumpulkan beberapa sesi yang kuat," kata Afid dalam keterangan pers, Rabu (26/10).

Selain itu, nilai indeks dolar AS (DXY) melemah pada Pukul 08.00 WIB ke level 111,10 atau melorot 0,89% dibanding waktu yang sama sehari sebelumnya. Selama ini, DXY dan performa aset kripto mempunyai korelasi yang negatif.

Investor kripto pun memanfaatkan pelemahan dolar dengan membeli sejumlah aset digital. Hal ini kemudian membuat pasar cryptocurrency melonjak.

Menurutnya, bitcoin cukup solid untuk menahan usaha naik. Ia menilai, US$ 20.473 menjadi target selanjutnya apabila pergerakan harga bitcoin berhasil breakout tahanan terdekatnya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait