Elon Musk Tantang Apple dan Google karena Ucapan Mantan Bos Twitter

Desy Setyowati
28 November 2022, 16:17
Elon Musk, apple, google, Twitter
123rf
Elon Musk menjadi pemegang saham Twitter

CEO baru Twitter Elon Musk menantang Apple dan Google. Hal ini terkait ucapan mantan kepala Trust and Safety Twitter Yoel Roth.

Roth menyampaikan bahwa aplikasi Twitter bisa diblokir dari toko aplikasi Google dan Apple jika gagal memenuhi kebijakan kedua perusahaan ini. Utamanya, jika pengguna terlalu diberi kebebasan dalam mencuit.

Setelah ucapan Roth tersebut, pembawa acara dan podcaster Liz Wheeler mengatakan bahwa Elon Musk menantang Google dan Apple. Ia menyampaikan, orang terkaya di dunia ini mempertimbangkan untuk membuat ponsel pesaing kedua raksasa teknologi itu.

Sebagaimana diketahui, Apple memproduksi iPhone. Sedangkan Google memiliki sistem operasi atau operating system (OS) Android yang dipakai di gawai milik Samsung, Xiaomi hingga OPPO.

“Jika Apple dan Google mem-boot Twitter dari toko aplikasi mereka, @elonmusk harus memproduksi smartphone sendiri. Separuh negara dengan senang hati akan membuang iPhone dan Android yang bias dan mengintai,” kata Wheeler melalui Twitter, dikutip dari New York Post, Minggu (27/11).

“Pria itu (Elon Musk) membuat roket ke Mars, smartphone kecil seharusnya mudah, bukan?” tambah dia.

Elon Musk pun menanggapi cuitan Wheeler tersebut. "Saya tentu berharap itu tidak terjadi," jawab Musk.

“Tetapi, ya, jika tidak ada pilihan lain, saya akan membuat ponsel alternatif,” tambah dia.

Cuitan CEO Tesla itu muncul setelah rekan Apple yang bertanggung jawab atas App Store yakni Phil Schiller menghapus akun Twitter-nya.

Pekan lalu, Elon Musk pun mengunggah jajak pendapat tentang “apakah Twitter harus menawarkan amnesti umum untuk akun yang ditangguhkan, asalkan mereka tidak melanggar hukum atau terlibat dalam spam yang mengerikan?"

Sebanyak 72% responden memilih ya. "Amnesti dimulai minggu depan (minggu ini),” cuit Elon Musk merepons hasil jajak pendapat.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait