Miliarder Sam Bankman-Fried Dibalik Ratusan Bursa Kripto Bangkrut

Desy Setyowati
14 Desember 2022, 16:03
Sam Bankman-Fried, kripto, ftx
Instagram/@leftright.memes
Sam Bankman-Fried

Miliarder kripto Sam Bankman-Fried terancam penjara 115 tahun, jika dia dinyatakan bersalah atas delapan dakwaan. Perusahaan yang didirikan yakni FTX dan 130 korporasi terafiliasi bangkrut.

Sam Bankman-Fried didakwa oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada Selasa (14/12).

Biro Investigasi Federal (FBI), Komisi Bursa Efek (SEC), dan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) bekerja sama untuk menjerat Sam Bankman-Fried.

“Ia dituduh melakukan salah satu penipuan keuangan terbesar dalam sejarah Amerika," kata Jaksa AS Manhattan Damian Williams dalam konferensi pers dikutip dari Bloomberg, Rabu (14/12).

SEC dan CFTC menggugat Sam Bankman-Fried secara terpisah pada Selasa atas dugaan perannya dalam bangkrutnya FTX.

Meski Sam Bankman-Fried terancam pidana 115 tahun, Bloomberg melaporkan bahwa jarang ada pelaku pidana yang menjalani hukuman maksimal menurut undang-undang.

Sam Bankman-Fried ditangkap di Bahama pada Senin. Ia dituduh menyalahgunakan miliaran dolar uang pelanggan untuk menopang perusahaan dana investasi Alameda Research.

Selain itu, “memengaruhi kebijakan publik Amerika,” kata Williams.

Rincian dakwaan bagi Sam Bankman-Fried sebagai berikut:

  1. Dua tuduhan penipuan kawat (keuangan)
  2. Dua konspirasi penipuan kawat (keuangan)
  3. Satu tuduhan pencucian uang
  4. Konspirasi untuk melakukan penipuan komoditas
  5. Konspirasi untuk melakukan penipuan sekuritas
  6. Konspirasi untuk menipu di Amerika Serikat
  7. Pelanggaran dana kampanye

Untuk point  1- 3, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mengenakan dakwaan hukuman maksimal 20 tahun. Sedangkan poin 4 - 7 maksimal lima tahun.

Kongres menetapkan ketentuan maksimum menurut undang-undang, tetapi hakim pada akhirnya yang menentukan lamanya hukuman.

Dulu Miliarder Kripto, Sam Bankman-Fried Kini Bangkrut

Sam Bankman-Fried adalah salah satu orang terkaya di industri kripto. Putra dari dua profesor hukum Stanford ini belajar fisika di MIT.

“Tetapi ia tertarik pada altruisme efektif, gagasan yang dipengaruhi utilitarian untuk melakukan yang terbaik,” demikian dikutip dari Forbes, pada Agustus (10/8).

Dia pun berfokus pada perdagangan exchange traded fund (ETF). ETF adalah reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek.

Meskipun ETF pada dasarnya reksa dana, produk itu diperdagangkan seperti saham-saham yang ada di bursa efek.

Sam Bankman-Fried menyumbangkan sebagian dari gajinya untuk amal. Kemudian ia terjun ke perdagangan crypto pada akhir 2017, ketika dia melihat peluang arbitrase yang menguntungkan.

Bankman-Fried meluncurkan bursa FTX pada 2019. Valuasinya US$ 18 miliar pada tahun lalu.

“FTX menjadikannya salah satu orang terkaya di bawah 30 tahun dalam sejarah,’ demikian dikutip.

Ilustrasi FTX
Ilustrasi FTX (Twitter FTX Official)

Sam Bankman-Fried memiliki kekayaan US$ 21,5 miliar atau sekitar Rp 319,75 triliun, berdasarkan data Forbes. Ia mendapatkan harta dari mendirikan bursa kripto FTX dan dana investasi kripto Alameda Research.

FTX bernilai US$ 32 miliar pada Januari. Bursa kripto ini memiliki lebih dari satu juta pengguna dengan rata-rata volume perdagangan harian hampir US$ 10 miliar.

FTX dan 130 perusahaan afiliasi mengajukan kebangkrutan di pengadilan Kepailitan Amerika Serikat (AS) bulan lalu  (11/11). Anak usaha FTX Group yang tidak bangkrut, yakni:

  1. LedgerX LLC
  2. FTX Digital Markets Ltd
  3. FTX Australia Pty Ltd
  4. FTX Express Pay Ltd

FTX didirikan oleh Sam Bankman-Fried pada 2019. Sam mengundurkan diri sebelum perusahaan bangkrut, dan digantikan oleh John J. Ray III.

Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Sam diperkirakan sempat US$ 15,6 miliar atau sekitar Rp 242 triliun. "Kekayaannya habis menjadi nol," demikian dikutip dari Bloomberg, bulan lalu (11/11).

Sam Bankman-Fried Dibalik FTX, Voyager, dan 3AC Bangkrut

Sebelum FTX dan ratusan perusahaan afiliasinya, entitas pemberi pinjaman kripto Amerika Serikat (AS) Voyager Digital Ltd. dan Three Arrows Capital alias 3AC lebih dulu bangkrut. Nama Sam Bankman-Fried disebut dalam sidang kebangkrutan keduanya.

Hal itu karena Alameda Research meminjam US$ 370 juta dari Voyager menurut dokumen kebangkrutan. Di satu sisi, Alameda juga menjadi investor ekuitas utama Voyager.

Namun dokumen keuangan Voyager yang dipublikasikan menunjukkan bahwa Alameda awalnya meminjam jauh lebih banyak dari itu.

Sebab, laporan kinerja Voyager per Desember 2021 mencatat, ada pinjaman aset kripto US$ 1,6 miliar ke entitas yang berbasis di British Virgin Islands. Tarifnya sekitar 1% - 11%.

Alameda terdaftar di Kepulauan Virgin Britania Raya.

Aplikasi Voyager
Aplikasi Voyager (Coindesk)

Kejanggalan lainnya, dokumen pengadilan Voyager dan laporan keuangan menunjukkan, status Alameda pindah dari peminjam ke pemberi pinjaman dalam rentang beberapa minggu setelah 3AC meninggalkan Voyager.

Perusahaan milik Sam Bankman-Fried itu memberikan dana talangan atau bailout US$ 500 juta kepada Voyager pada akhir Juni.

Meski diberikan bailout, Voyager tetap mengajukan kebangkrutan pada awal Juli setelah menderita kerugian besar dari eksposurnya ke perusahaan hedge fund 3AC.

Selain itu, sumber Reuters mengatakan, setidaknya US$ 1 miliar dana pelanggan hilang dari FTX. Sam Bankman-Fried dikabarkan diam-diam mengirimkan US$ 10 miliar dana pelanggan dari FTX ke Alameda.

Sedangkan 3AC bangkrut setelah gagal membayar pinjaman dari sejumlah perusahaan, termasuk Voyager lebih dari US$ 650 juta.

Dokumen Voyager yang sama mengungkapkan bahwa kebangkrutan 3AC juga mencantumkan Counterparty A. Ini merupakan perusahaan yang terdaftar di Kepulauan Virgin Inggris, karena berutang kepada Voyager US$ 376,784 juta.

Dalam presentasi kebangkrutan, perusahaan mencantumkan Alameda berutang kepada Voyager US$ 377 juta. Dalam pengajuan lain, jumlah pinjaman itu terikat pada perusahaan dengan tingkat pinjaman 1% hingga 11,5%.

Pada saat itu, Sam Bankman-Fried sudah menjadi pemangku kepentingan utama di Voyager melalui dua investasi ekuitas dari Alameda.

Mitra di Kirkland & Ellis Joshua Sussberg yang mewakili Voyager, mengatakan di pengadilan bahwa Sam Bankman-Fried ‘mengenakan banyak topi’ dalam operasional perusahaan hingga akhirnya bangkrut.

“Faktanya, beberapa minggu setelah pengajuan kebangkrutan Voyager, FTX dan Alameda sama-sama beralih sebagai penawar potensial untuk akun pelanggan Voyager,” demikian dikutip dari CNBC Internasional, pada Agustus (10/8).

Terlebih lagi, sebelum Voyager dan 3AC bangkrut, FTX milik Sam Bankman-Fried membeli BlockFi pada Juli. BlockFi merupakan perusahaan pinjaman kripto.

Dua bulan sebelumnya, Sam Bankman -Fried mengungkapkan 7,6% saham di aplikasi perdagangan Robinhood. Bloomberg bahkan melaporkan bahwa FTX mencoba untuk membeli Robinhood, meskipun Sam Bankman-Fried membantah ada diskusi aktif yang sedang berlangsung.

Di luar Amerika, FTX membeli pertukaran kripto Jepang Liquid. Selain itu, berdiskusi untuk mengakuisisi pemilik pertukaran kripto Korea Selatan Bithumb.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait