Unicorn Baru Indonesia Hanya Satu Tahun Ini, Bagaimana pada 2023?

Lenny Septiani
23 Desember 2022, 11:40
unicorn, startup,
Katadata
Diskusi Katadata Forum dengan tema "Transformasi Indonesia Menuju Raksasa Ekonomi Digital" di Jakarta, pada 2018

Indonesia hanya melahirkan satu unicorn baru tahun ini, yaitu finansial teknologi (fintech) pembayaran DANA. Bagaimana tahun depan?

Unicorn merupakan sebutan bagi startup dengan valuasi di atas US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun. Sedangkan decacorn lebih dari US$ 10 miliar atau Rp 140 triliun.

Ketua Asosiasi Modal Ventura Untuk Startup Indonesia (Amvesindo) Eddi Danusaputro optimistis ada unicorn baru tahun depan. Namun ia tidak memproyeksikan jumlahnya.

“Tahun depan sepertinya akan ada unicorn baru. Namun indikator pertumbuhan ekosistem ini semestinya bukan hanya soal mencetak unicorn, tapi jumlah startup yang bertahan dan menjadi profitable, menciptakan dampak dan lainnya,” kata Eddi kepada Katadata.co.id, Kamis (22/12).

Tahun lalu, data CB Insights bertajuk 'The Complete List of Unicorn Companies' menunjukkan bahwa lima unicorn baru di Indonesia yaitu:

  1. J&T Express
  2. OnlinePajak
  3. Ajaib
  4. Xendit
  5. Kopi Kenangan

Nama OnlinePajak sempat masuk lis CB Insights bertajuk 'The Complete List of Unicorn Companies', tetapi belakangan menghilang.

Selain itu, ada tiga startup yang mengklaim atau dikabarkan memiliki valuasi di atas US$ 1 miliar yakni Blibli, Tiket.com, dan Kredivo.

Indonesia juga memiliki dua decacorn yakni J&T Express dan Gojek.

Sedangkan DailySocial.id mencatat ada delapan unicorn baru Indonesia tahun lalu di antaranya:

  1. JD.ID
  2. Blibli
  3. Tiket.com
  4. J&T Express
  5. Kredivo
  6. Ajaib
  7. Xendit
  8. Kopi Kenangan

Blibli dan Tiket.com pun merger tahun ini. Kemudian mencatatkan saham perdana alias initial public offering (IPO).

Co-Founder sekaligus Managing Partner di Ideosource dan Gayo Capital Edward Ismawan Chamdani menyampaikan, sektor teknologi memang sedang mengalami koreksi.

"Mulai dari saham perusahaan teknologi global mengalami penurunan harga di bursa yang akhirnya berdampak ke saham private companies," kata Edward kepada Katadata.co.id, Kamis (22/12).

Selain itu, ada kenaikan suku bunga. Sentimen negatif ini membuat investor menahan rencana investasi.

Meski begitu, menurutnya masih ada potesi kelahiran unicorn baru tahun depan.

Secara global, jumlah unicorn baru hanya 210 per kuartal II atau turun 20,5% secara tahunan (year on year/yoy), berdasarkan data CB Insights. Tahun lalu, jumlah unicorn baru pada kuartal I 116 dan kuartal II 148, sehingga totalnya 264.

 

Reporter: Lenny Septiani
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait