Dapat Pesan 'Tanda-tanda' PHK, Karyawan Google Makin Khawatir

Desy Setyowati
23 Desember 2022, 14:19
google, phk
ANTARA FOTO/REUTERS/Arnd Wiegmann/File Photo/AWW/sa.
Seorang pria berjalan melewati logo Google di depan gedung perkantoran di Zurich, Swiss, Rabu (1/7/2021).

CEO Google sekaligus induk usaha Alphabet Sundar Pichai kebanjiran pertanyaan karyawan mengenai pemutusan hubungan kerja alias PHK. Raksasa teknologi ini dikabarkan bakal memecat 10 ribu pegawai tahun depan.

“Lebih banyak karyawan Google berisiko masuk daftar pegawai berkinerja rendah tahun depan,” demikian menurut komunikasi internal Google dikutip CNBC Internasional, Jumat (23/12).

Saat pertemuan all-hand minggu lalu, para petinggi Google mempresentasikan lebih detail tentang proses tinjauan kinerja pegawai. Dengan adanya kebijakan baru terkait kinerja atau Google Review and Development (GRAD), perusahaan memperkirakan 6% karyawan penuh waktu masuk dalam kategori peringkat rendah.

Mereka pun berisiko tinggi menghadapi tindakan korektif, termasuk PHK.

Jumlah karyawan yang masuk kategori berkinerja rendah terus bertambah, karena target yang ditetapkan oleh Google dinilai sulit dicapai.

Sedangkan penilaian GRAD memasuki tenggat waktu akhir tahun. CNBC Internasional melaporkan, karyawan Google cemas mereka akan di-PHK.

Dalam rapat umum bulan lalu, sejumlah karyawan meminta klarifikasi tentang rencana eksekutif PHK. Terlebih lagi, Google meningkatkan jumlah pekerja 24% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal III.

Selain itu, dokumen terbaru GRAD menyebutkan bahwa perusahaan mengkaji pemberian bonus dan kenaikan gaji tahun depan. “Ada juga pernyataan tentang perusahaan masih berencana membayar 5% - 10% lebih tinggi dari harga pasar,” demikian dikutip.

Berikut daftar pertanyaan karyawan Google yang dibacakan oleh Pichai selama rapat pada 8 Desember:

  • “Mengapa Google memberikan support check-in ke manajer lini depan beberapa hari sebelum tenggat waktu?”
  • “Sepertinya banyak support check-in di menit-menit terakhir yang dipaksakan melalui bagian Cloud untuk memenuhi kuota, menyebabkan banyak kesusahan dan kemarahan.”
  • “Proses support check-in membingungkan, semakin menjadi penyebab stres dan kecemasan di kalangan Googler, terutama mengingat situasi ekonomi saat ini dan rumor seputar PHK.”

Support check-in terkait dengan peringkat kinerja yang lebih rendah. Ini mulai disampaikan kepada karyawan pada awal Desember.

Kepala staf Google Fiona Cicconi mengakui bahwa pemberitahuan ‘support check in’ terlalu terlambat yakni awal Desember. Sedangkan rencana PHK akan dilakukan tahun depan.

“Tidaklah ideal jika support check-in terjadi begitu terlambat dalam siklus peninjauan dan kami tahu bahwa orang perlu waktu untuk menyerap umpan balik dan mengambil tindakan terhadapnya,” ujar Cicconi.

Sedangkan CEO Sundar Pichai mengatakan, dia tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan. "Apa yang kami coba lakukan dengan keras adalah memprioritaskan upaya agar kami siap menghadapi badai dengan lebih baik, terlepas dari apa yang akan terjadi," katanya.

“Kami benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Jadi sayangnya saya tidak dapat membuat komitmen melihat ke depan, tetapi semua yang telah kami rencanakan sebagai perusahaan selama enam hingga tujuh bulan terakhir telah melakukan semua kerja keras untuk mencoba dan bekerja dengan cara kami untuk melalui ini sebaik mungkin,” ujarnya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait