Investor Jepang MUFG Akan Suntik Startup Akulaku Rp 3,1 Triliun

Lenny Septiani
26 Desember 2022, 18:30
Akulaku, mufg, jepang,
Instagram/@akulaku_id
Akulaku

Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) Jepang mengonfirmasi bahwa unit bisnis di sektor perbankan akan menginvestasikan US$ 200 juta atau sekitar Rp 3,1 triliun di startup teknologi finansial (fintech) Indonesia Silvrr Technology Co Ltd atau yang dikenal dengan Akulaku.

"Indonesia sangat penting untuk ekspansi MUFG di Asia mengingat ukuran ekonomi negara ini dan potensi pertumbuhan yang tinggi di antara negara lain di Asia Tenggara,” kata MUFG dalam pernyataan pers dikutip dari Reuters, Senin (26/12).

Akulaku menerima US$ 100 juta dari bank Thailand, Siam Commercial Bank Pcl pada Februari.

Startup fintech itu menyediakan layanan Beli Sekarang Bayar Nanti alias paylater.

MUFG masif berinvestasi di sektor keuangan. Bulan lalu, perusahaan Jepang ini mengakuisisi unit Home Credit di Indonesia dan Filipina sekitar US$ 632 juta

Selain iyu, MUFG menjadikan Bank Danamon sebagai anak perusahaan terkonsolidasi pada April 2019.

“MUFG juga berencana mengakuisisi perusahaan paylater yang berbasis di Jepang hampir US$ 150,56 juta,” demikian isi laporan surat kabar Nikkei.

Dalam pernyataan pers, MUFG mempertimbangkan untuk mengakuisisi saham di Kanmu.

Akulaku Jadi Unicorn

Akulaku masuk dalam daftar unicorn baru Indonesia pada April, menurut laporan Cento Ventures.

Unicorn merupakan sebutan bagi startup dengan valuasi di atas US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun. Sedangkan decacorn lebih dari US$ 10 miliar atau Rp 140 triliun.

Dalam laporan Cento Ventures bertajuk ‘SE Asia Tech Investment 2021’, Akulaku masuk dalam kolom startup dengan valuasi di atas US$ 1 miliar. Fintech ini berada di bagian yang sama dengan Bukalapak, Xendit, Ajaib, dan Codapay.

Namun Codapay merupakan startup asal Singapura, bukan Indonesia. Cento Ventures juga sudah memberikan catatan bahwa daftar ini tidak lengkap.

CB Insights bertajuk 'The Complete List of Unicorn Companies' pun mencatat bahwa Akulaku sudah berstatus unicorn. Startup fintech lending ini memiliki valuasi US$ 2 miliar lebih.

Tahun lalu, Akulaku menyalurkan kredit lebih dari US$ 2,2 miliar kepada 10 juta lebih pengguna.

Startup itu juga menggabungkan platform wealth management, e-commerce, dan perbankan digital. Dengan begitu, total pendapatan perusahaan meningkat 120% menjadi US$ 598 juta pada 2021.

Reporter: Lenny Septiani
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait