Chevron dan Pertamina Siapkan Tiga Opsi Jaga Produksi Migas Blok Rokan

Pertamina dinilai harus segera mengebor sumur di Blok Rokan supaya produksi migasnya tidak turun. Chevron menyebutkan tiga opsi.
Image title
Oleh Fariha Sulmaihati
20 Januari 2020, 19:40
Chevron dan Pertamina Siapkan Tiga Opsi untuk Jaga Produksi Migas di Blok Rokan
Katadata
Ilustrasi blok migas.

PT Chevron Pasific Indonesia menyampaikan, ada tiga skema pengeboran di Blok Rokan. Penetapan opsi untuk mempertahankan produksi blok minyak dan gas (migas) itu juga melibatkan Pertamina.

Presiden Direktur Chevron Pacific Indonesia Albert Simanjuntak mengatakan, Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) juga terlibat dalam memilih skema. Ia berharap, ada titik temu terkait peralihan Blok Rokan.

"Sejak awal 2019 secara intensif bekerja sama dengan SKK Migas agar Pertamina atau Chevron terus melakukan pengeboran. Semoga solusi ini terealisasikan," kata Albert di Gedung DPR, Jakarta, Senin (20/1).

Skema pertama, Chevron yang mendanai dan melakukan pengeboran. Kedua, Chevron yang mendanai dan Pertamina yang mengebor. Terakhir, Pertamina yang mendanai dan mengebor sumur di blok migas itu.

(Baca: SKK Migas Harap Negosiasi Transisi Blok Rokan Rampung Akhir Januari)

Meski begitu, Albert mengatakan bahwa perusahaannya membuka opsi lain. Apalagi, Chevron tidak menganggarkan dana untuk mengebor sumur di Blok Rokan tahun ini. "Mengingat sumurnya sudah tua, tidak ekonomis untuk mengebor," ujarnya.

Padahal, Chevron menargetkan produksi migas di Blok Rokan 161 ribu barel per hari (bpod) pada tahun ini. Target tersebut turun 18% dibandingkan realisasi 2019 yang sebesar 190 bpod.

Target tersebut tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran (WP&B). Rencana itu juga sudah dipaparkan oleh Chevron saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

(Baca: Pertamina dan Chevron Belum Sepakati Rencana Pengeboran Blok Rokan)

Albert mengakui, produksi migas akan menurun selama proses transisi. Namun, Chevron  mengklaim proses transisi telah berjalan dengan sangat baik. "Proses alih kelola sejak awal tahun lalu di bawah koordinasi SKK Migas sudah berjalan baik," ujarnya.

Seperti diketahui, kontrak Chevron mengelola blok migas itu akan habis pada 8 Agustus 2021. Perusahaan itu telah mengoperasikan Blok Rokan selama 50 tahun. Mereka juga menemukan 100 lebih lapangan migas yang 89 di antaranya sudah beroperasi.

Selama masa transisi tersebut, Pertamina akan masuk dan melakukan kegiatan bersama di Blok Rokan. Ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan Pertama di blok migas itu pada 2020. Salah satunya, mengganti pipa dan infrastruktur yang sudah digunakan selama 40 tahun. 

(Baca: Pertamina Siapkan Dana untuk Pengeboran 20 Sumur Blok Rokan pada 2020)

Reporter: Fariha Sulmaihati

Video Pilihan

Artikel Terkait