Asing Jual Saham Lagi Efek Virus Corona, IHSG Ditutup Anjlok 4,42%

Investor asing kembali menjual saham di pasar reguler imbas virus corona. Namun, secara keseluruhan, asing masih mencatatkan beli saham di Indonesia.
Image title
16 Maret 2020, 17:49
Asing Jual Saham Lagi Efek Virus Corona, IHSG Ditutup Anjlok 4,42%
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Ilustrasi, pegawai melintas di depan layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 4,42% ke level 4.690 pada perdagangan hari ini (16/3). Penurunan disebabkan oleh berbagai sentimen dari dalam dan luar negeri, terutama terkait mewabahnya virus corona.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan, IHSG kembali tertekan akibat pandemi corona. Apalagi jumlah kasus virus corona mencapai 134 di Indonesia per hari ini (16/3).

Investor asing kembali menjual saham di pasar reguler dengan nilai bersih Rp 534,53 miliar. Meski begitu, asing masing mencatatkan beli saham senilai Rp 772,64 miliar di pasar tunai dan negosiasi.

Secara keseluruhan, asing masih mencatatkan beli saham Rp 238,11 miliar di semua pasar. "Kepanikan pasar tidak bisa diredam bahkan dengan berita mengenai buy back saham," kata William dalam risetnya, hari ini (16/3).

Advertisement

Sedangkan Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai, penurunan IHSG disebabkan oleh kebijakan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve. The Fed mengambil langkah ekstrim dengan memangkas suku bunga acuan mendekati nol pada Minggu (15/3) waktu setempat.

(Baca: BEI Peringatkan Emiten Suspensi Bakal Delisting Dalam Waktu 24 Bulan)

The Fed memangkas Fed Fund Rate menjadi 0% hingga 0,25%. Padahal, bank sentra AS sudah memotong bunga acuannya 0,5% menjadi 1 sampai 1,25% awal bulan ini.

Pemerintah AS berharap kebijakan itu dapat menjaga lapangan kerja dan stabilitas harga. Namun, pemangkasan suku bunga acuan ini lebih cepat dari prediksi awal.

Alhasil, bursa berjangka AS, Dow Jones Industrial Futures turun lebih dari 900 poin dan S&P 500 Futures anjlok 4% lebih pada perdagangan hari ini. Begitu juga dengan IHSG.

Menurut Nico, para pelaku pasar dan investor ingin melihat dan mengamati perkembangan virus corona hingga mencapai puncaknya. "Karena di saat virus corona usai, maka investor dapat mengambil risiko dan membeli saham kembali," kata Nico dalam laporannya.

(Baca: Bertambah 17 Pasien, Kasus Positif Corona di Indonesia jadi 134 Orang)

Secara umum, ada 5,54 miliar unit saham yang ditransaksikan pada hari ini senilai Rp 6,46 triliun. Sebanyak 351 saham ditutup di zona merah hari ini. Hanya 69 saham yang menguat dan 94 lainnya stagnan.

Beberapa saham perusahaan besar yang tergabung dalam indeks LQ45 pun tercatat turun. Bahkan, levelnya menyentuh batas paling rendah yang diterapkan oleh Bursa saat ini, yaitu 7%. Salah satunya harga saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 7% dan menyentuh Rp 6.975 per lembar.

Saham lainnya yang turun tajam yakni PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), harganya anjlok 7% menjadi Rp 930 per lembar. Berikutnya harga saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) terkoreksi 6,95% menjadi Rp 1.405 per lembar. Begitu pun PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP), harga sahamnya turun 6,98% menjadi Rp 4.530 per lembar.

Bukan hanya IHSG, bursa saham di kawasan Asia lainnya terkoreksi. Bursa saham Jepang Nikkei 225 ditutup turun 2,46%. Bursa saham Hong Kong Hang Seng, di Tiongkok Shanghai Composite, dan di Singapura Strait Times masing-masing turun 4,03%, 3,4%, dan 5,25%.

Pergerakan bursa-bursa di Eropa pada perdagangan hari ini pun berada di zona merah. Hingga pukul 17.09 WIB, bursa saham Inggris FTSE 100 Index turun 6,84%. Selain itu, bursa saham Jerman Xetra Dax bergerak terkoreksi 7,84%.

(Baca: Investor Asing Beli Bersih Saham, IHSG Sesi I Masih Anjlok 3,5%)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait