Jual 3.100 Menara, Indosat Raup Laba Bersih Rp 1,56 Triliun Tahun Lalu

Indosat menyewa menara yang dijualnya selama 10 tahun. Keuntungan bersih dari jual dan sewa kembali mencapai Rp 2,56 triliun.
Image title
24 Februari 2020, 16:45
Jual 3.100 Menara, Indosat Raup Laba Bersih Rp 1,56 Triliun Tahun Lalu
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Seorang pria melintas di depan gedung Indosat, Jakarta Pusat (20/2).

PT Indosat Tbk (ISAT) membukukan laba bersih Rp 1,56 triliun pada tahun lalu. Pencapaian itu di antaranya karena perusahaan menjual 3.100 menara telekomunikasinya.

Pembeli menara Indosat yakni PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) 2.100 dan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) membeli 1.000. Lewat dua transaksi ini, perusahaan mengantongi dana Rp 6,39 triliun.

Lalu, Indosat menyewa menara yang dijualnya itu selama 10 tahun dari kedua pembeli. Keuntungan bersih dari jual dan sewa kembali itu mencapai Rp 2,56 triliun. 

Karena itu, perusahaan bisa mencatatkan untung Rp 1,5 triliun, meski sempat merugi Rp 2,4 triliun pada 2018. Pencapaian itu disampaikan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di keterbukaan informasi pada hari ini (24/2).

Penjualan tersebut rampung pada akhir tahun lalu. (Baca: Indosat Kantongi Rp 6,36 Triliun dari Penjualan 3.100 Menara)

Selain karena menjual menara, kenaikan laba bersih Indosat ditopang pendapatan yang meningkat. Pendapatan perusahaan naik 12,8% dari Rp 23,13 triliun di 2018 menjadi Rp 26,11 triliun tahun lalu.

Pendapatan Indosat masih disokong dari bisnis selular pada tahun lalu. Lini bisnis itu tumbuh 14,6% secara tahunan menjadi Rp 20,67 triliun. Sedangkan pendapatan dari bisnis multimedia, komunikasi data, dan internet Rp 4,78 triliun atau naik 9% year on year (yoy).

(Baca: Indosat Optimistis Pembangunan 18 Ribu BTS 4G Lebih Cepat dari Target)

Selama 2019, jumlah aset perusahaan meningkat 18,2% dari Rp 53,13 triliun menjadi Rp 62,81 triliun pada 2019. Jumlah aset lancar Indosat tercatat Rp 12,4 triliun, naik 57,4% dibanding Rp 7,9 triliun pada 2018. Aset tidak lancarnya meningkat 11,3% menjadi Rp 50,36 triliun.

Dalam keterangan tertulisnya, President Director & CEO Indosat Ahmad Al-Neama sempat menyampaikan bahwa penjualan menara memungkinkan perusahaan mempercepat strategi bisnis.”Dan, meningkatkan pengalaman bagi pelanggan," kata dia, akhir tahun lalu (20/12).

Ahmad mengatakan, Indosat mendapatkan perjanjian sewa dengan persyaratan menarik dari kedua pembeli menara telekomunikasi. (Baca: Indosat Bisa Untung Tahun Ini Disokong Penjualan Data dan BTS)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Video Pilihan

Artikel Terkait