Blue Bird Akui Sahamnya Dibeli Gojek

Co-CEO Gojek mengatakan, peningkatan kerja sama dengan Blue Bird memperkuat layanan transportasi dan pembayarannya yaitu GoPay.
Desy Setyowati
21 Februari 2020, 17:34
Blue Bird Akui Sahamnya Dibeli Gojek
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Ilustrasi, penumpang menaiki taksi blue bird di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020).

Perusahaan operator taksi PT Blue Bird Tbk mengakui Gojek membeli sahamnya seharga Rp 3.800 per lembar pada pekan lalu (13/2). Startup penyedia layanan on-demand itu pun menjadi pemegang saham minoritas.

Meski begitu, Blue Bird menegaskan bahwa PT Pusaka Citra Djokosoetono masih menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 31,51%.

PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek pun memperkuat kerja sama dengan Blue Bird. Layanan pembayaran besutan Gojek, GoPay bakal tersedia di aplikasi MyBluebird.

Konsumen bisa membayar menggunakan standardisasi kode Quick Response (QRIS) GoPay. “Kami menyambut baik ketertarikan dari Gojek untuk berinvestasi melalui pembelian saham BIRD,” kata Direktur Utama Blue Bird Noni Purnomo dalam siaran pers, hari ini (21/2).

(Baca: Gojek Dikabarkan Beli 4,3% Saham Blue Bird Senilai Rp 410 Miliar)

Menurut dia, bergabungnya Gojek sebagai salah satu pemegang saham menunjukkan bahwa perusahaannya merupakan mitra yang strategis. “Kami juga yakin langkah ini akan memperkuat kolaborasi antara kedua perusahaan,” kata Noni.

Hal senada disampaiken oleh Direktur Utama Blue Bird Group Holding Kresna Djokosoetono. “Kami menaruh kepercayaan terhadap Gojek di mana hal tersebut juga terwujud melalui pembelian saham,” kata dia.

Co-CEO Gojek Andre Soelistyo mengatakan, untuk menjadi penyedia layanan on-demand terbesar di Asia Tenggara, perusahaan butuh mitra yang kuat. “Yang memungkinkan kami meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.

Menurut dia, peningkatan kerja sama dengan Blue Bird merupakan bukti untuk memperkuat Gojek. “Memungkinkan kami untuk meningkatkan dua layanan utama di Indonesia, yaitu pembayaran dan transportasi,” kata dia.

(Baca: Aliansi Gojek dengan Blue Bird Berpeluang Kuasai Pasar Transportasi)

Sebelumnya, Bloomberg memberitakan, berdasarkan informasi dari sumber yang dirahasiakan identitasnya, perusahaan telah membeli saham Blue Bird Rp 410 miliar atau US$ 30 juta. Pembelian tersebut dikaitkan dengan penjelasan dalam dokumen keterbukaan informasi Blue Bird, 14 Februari lalu.

Induk usaha Blue Bird yakni PT Pusaka Citra Djokosoetono dilaporkan telah menjual lebih dari 108 juta lembar saham atau setara 4,3% saham Blue Bird pada harga Rp 3.800 per saham. Transaksi terjadi pada 13 Februari 2020. Namun, identitas pembeli tidak dideklarasikan.

Kabar akan masuknya Gojek menjadi pemegang saham Blue Bird telah mencuat sejak tahun lalu, namun manajemen perusahaan enggan mengomentari seputar kabar tersebut.

Katadata pun sempat mengonfirmasi tentang kabar Gojek resmi masuk, namun manajemen tetap enggan menanggapi. “Kami tidak dapat mengomentari rumor yang beredar di pasar,” kata Chief of Corporate Chief Affairs Gojek Nila Marita kepada katadata.co.id, Senin (17/2).

Gojek dan Blue Bird sudah bermitra sejak 2017. Masyarakat bisa memesan secara online taksi Blue Bird melalui aplikasi tersebut.

(Baca: Go-Jek Kembali Dikabarkan Bakal Caplok Saham Blue Bird)

Video Pilihan

Artikel Terkait