Aliansi Gojek dengan Blue Bird Berpeluang Kuasai Pasar Transportasi

Gojek dan Blue Bird dinilai bisa kuasai pasar transportasi. Decacorn itu pun dikabarkan membeli 4,3% saham Blue Bird.
Cindy Mutia Annur
17 Februari 2020, 19:55
Analis Ungkap Peluang Gojek dan Blue Bird Kuasai Pasar Transportasi
Arief Kamaludin|Katadata
Ilustrasi Blue Bird.

Gojek memperpanjang kerja sama dengan Blue Bird pada awal Februari lalu. Analis saham mengungkap peluang kolaborasi yang bisa digarap kedua perusahaan dan potensi memperluas pasar.

Kedua perusahaan itu bekerja sama sejak 2017, di mana layanan Blue Bird bisa dipesan lewat aplikasi Gojek. Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengatakan, cakupan kolaborasi kini diperluas menjadi integrasi sistem pemesanan layanan dan pembayaran.

“GoPay menjadi salah satu metode pembayaran Blue Bird melalui standardisasi kode Quikc Response (QRIS) dan aplikasi My Bluebird,” kata Nila kepada Katadata.co.id, hari ini (17/2).

(Baca: Gojek Dikabarkan Beli 4,3% Saham Blue Bird Senilai Rp 410 Miliar)

Advertisement

Marketing Director Blue Bird Amelia Nasution mengatakan, perusahaan dapat menjalankan strategi pemesanan dan pembayaran lewat banyak saluran (multiple booking channel and multiple payment channel). “Kerja sama dengan Gojek akan memperkuat kedua strategi tersebut,” kata dia.

Emiten di sektor transportasi itu sebenarnya sudah bekerja sama dengan DANA dan LinkAja terkait pembayaran. Blue Bird juga mengembangkan teknologi untuk menerapkan skema tarif tetap (fixed rate) seperti taksi online.

Skema tarif tetap sudah diuji coba di beberapa wilayah, salah satunya Palembang pada 2018 lalu. Namun, sebagian besar menerapkan skema pembayaran berdasarkan argo.

Analis Indo Premier Sekuritas mengatakan, perpanjangan kerja sama itu terjadi karena Gojek menjadi pemegang saham minoritas Blue Bird. Porsinya kurang dari 5%.

(Baca: Tinggalkan Argo, Bluebird Siap Adopsi Skema Tarif Taksi Online)

Mereka menilai, decacorn Tanah Air itu bisa mengembangkan bisnis manajemen armada lewat Blue Bird. “Gojek dapat mengalokasikan sumber daya dan lebih fokus pada platform pembayaran digitalnya, GoPay," kata Analis Indo Premiere melalui situs resminya, Rabu (12/2) lalu.

Kolaborasi itu juga akan mempersempit potensi perang tarif antara Blue Bird dan Gojek. Bahkan, perusahaan taksi itu bisa mengganti skema tarif dengan argo menjadi tetap. “Internet of Things (IoT) dapat mengumpulkan lebih banyak data yang membantu mereka menjadi lebih efisien," kata Indo Premier Sekuritas.

Pengemudi Blue Bird juga bisa mendapat informasi terkait rute mana tercepat dari teknologi Gojek. (Baca: Blue Bird Buka Peluang Gandeng Platform Teknologi Selain Go-Jek)

Hal senada disampaikan oleh Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee. “Ketika ada kolaborasi antarpemain di pasar, tentu mengurangi persaingan. Tentu kinerja (perusahaan) meningkat," katanya kepada Katadata.co.id, Senin (17/2).

Ia juga sepakat bahwa kerja sama itu dapat mendorong efisiensi operasional kedua perusahaan. Gojek yang mengincar segmen generasi muda dan Blue Bird menggaet kelas menengah ke atas, maka keduanya akan memperkuat pasar.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menambahkan, kerja sama itu bakal meningkatkan penetrasi pasar. Belum lagi, bisnis transportasi dinilai prospektif tahun ini.

Hal itu karena pemerintah berfokus mengembangkan potensi ekonomi di daerah, termasuk pariwisata. “Kerja sama ini akan menguntungkan (keduanya),” kata Nafan.

(Baca: Go-Jek Kembali Dikabarkan Bakal Caplok Saham Blue Bird)

Reporter: Cindy Mutia Annur
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait