Jokowi Minta Para Menteri Percepat Belanja Modal di Awal 2020

Jokowi menilai, percepatan penyerapan belanja modal awal 2020 akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dimas Jarot Bayu
6 Januari 2020, 14:33
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menteri dan kepala lembaga mempercepat penyerapan anggaran, khususnya belanja modal pada awal 2020
ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar
Ilustrasi, Presiden Joko Widodo berdialog dengan pelaku UMKM nasabah Mekaar binaan Permodalan Nasional Madani (PNM) di kawasan Bintang Fantasi, Subang, Jawa Barat, Jumat (29/11/2019).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menteri dan kepala lembaga mempercepat penyerapan anggaran, khususnya belanja modal pada awal 2020. Hal ini dinilai bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Saya ingin kembali lagi menyampaikan, mengingatkan kepada seluruh kementerian/lembaga (K/L) agar belanja di bulan-bulan awal ini dipercepat,” kata Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/1).

Menurut Jokowi, percepatan penyerapan belanja modal itu penting. Semakin cepat belanja modal dikeluarkan, maka semakin cepat pula program yang dicanangkan pemerintah dikerjakan.

Langkah itu akan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Kuartal III 2019 hanya tumbuh 5,02% secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan itu melambat dibanding Kuartal II 2019 sebesar 5,05% maupun periode yang sama tahun lalu 5,17%. Padahal, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar 5,3%.

“Sekali lagi agar belanjanya dipercepat, ini berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi,” ujar Jokowi. (Baca: Pemerintah Bakal Hadapi Tantangan Berat Kerek Pertumbuhan Ekonomi 2020)

Pada kesempatan tersebut, Jokowi meminta agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) segera merampungkan petunjuk teknis (juknis). Dengan begitu, pemerintah bisa mempercepat proses pengadaan barang dan jasa. 

“Diingatkan ke semua eselon I, II, III, IV agar hal-hal yang berkaitan dengan juknis dan lainnya agar segera diselesaikan,” kata dia.

Realisasi belanja modal hingga akhir Oktober 2019 pun hanya  Rp 100,76 triliun atau 53,21% dari target Rp 189,34 triliun. Deputi Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Bambang Prijambodo meminta, pelaksanaan tender lebih awal pada 2020. Sebab, penyerapan belanja pemerintah pada kuartal pertama biasanya rendah. 

"Nanti Bappenas dengan Kementerian Keuangan akan mendorong agar penyerapan bisa lebih awal karena distribusi yang kurang merata," kata Bambang di Jakarta, beberapa waktu lalu (20/11/2019).

(Baca: Belanja Modal Hanya 53%, Bappenas Ingin Penyerapan Anggaran Lebih Awal)

Pemerintah juga akan mendorong distribusi anggaran yang lebih merata. Hal ini bertujuan agar tidak ada penumpukan di satu triwulan, yang membuat masyarakat tak merasakan dampak pembangunan.

Dengan cara itu, Bambang berharap konsumsi masyarakat dapat meningkat. Sebab, indicator ini berkontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Apalagi sepanjang 2020 hingga 2024, pemerintah akan mengandalkan belanja modal untuk pertumbuhan ekonomi. Biarpun begitu, pemerintah tetap mengakselerasi investasi, menjaga kinerja ekspor termasuk mengendalikan impor secara tepat.

(Baca: Mengenal Omnibus Law, Jurus Pamungkas Pemerintah Menarik Investasi)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Video Pilihan

Artikel Terkait