Investor Khawatir Negosiasi Dagang AS-Tiongkok, Rupiah Dibuka Melemah

Selain dari global, kebijakan BI memengaruhi pergerakan rupiah.
Agatha Olivia Victoria
25 November 2019, 09:19
pasar masih khawatir perang dagang as-tiongkok, rupiah dibuka melemah
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Ilustrasi, petugas menghitung uang pecahan dolar AS di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 0,02% menjadi Rp 14.094 per Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini (25/11). Analis menilai, pasar masih mengkhawatirkan negosiasi dagang AS dan Tiongkok.

Selain rupiah, beberapa mata uang Asia melemah terhadap mata uang Negeri Paman Sam. Yen Jepang negatif 0,1%, dolar Hong Kong 0,03%, dan ringgit Malaysia 0,12%.

Namun mayoritas mata uang Asia justru menguat. Dolar Singapura naik 0,03%, dolar Taiwan 0,04%, won Korea Selatan 0,35%, peso Filipina 0,03%, rupee India 0,07%, yuan Tiongkok 0,12%, dan baht Thailand 0,05%.

Vice President Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, negosiasi dagang masih menjadi sentimen rupiah. "Pasar masih mengkhawatirkan hasil dari negosiasi dan mempertanyakan kapan perjanjian akan ditandatangani," kata dia kepada Katadata.co.id, Senin (25/11).

Advertisement

(Baca: Pasar Tunggu Data Manufaktur AS, Rupiah Stagnan di 14.091 per Dolar AS)

Meski begitu, pernyataan positif terkait negosiasi dagang AS dan Tiongkok meredakan kekhawatiran pasar. Pejabat dari kedua negara memberikan sinyal dan komitmen bahwa perjanjian fase pertama bakal segera ditandatangani.

Kondisi seperti itu berdampak positif terhadap aset berisiko seperti rupiah. Pada pekan lalu, mata uang Garuda menguat tipis pada beberapa pembukaan perdagangan. Meskipun berakhir stagnan pada awal perdagangan Jumat lalu.

Selain itu, pergerakan rupiah didukung kebijakan Bank Indonesia (BI) memangkas giro wajib minimum (GWM) untuk meningkatkan penyaluran kredit. "Pemangkasan GWM yang bisa membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia juga bisa positif untuk rupiah," kata dia.

(Baca: Melemah Tipis Pagi ini, Rupiah Bisa Menguat Didorong Asa Perang Dagang)

BI kembali menurunkan GWM 0,5% pada pekan lalu (21/11). Dengan penurunan tersebut, GWM menjadi 5,5% untuk bank umum dan 4% pada bank umum syariah. Sedangkan GWM rata-rata tetap 3%. BI pun memperkirakan, kebijakan ini menambah likuiditas perbankan Rp 26 triliun.

Dengan adanya dua sentimen ini, Tjendra memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 14.020 - 14.100 per dolar AS hari ini.  (Baca: BI Tahan Bunga Acuan, Rupiah Menguat Tipis)

Reporter: Agatha Olivia Victoria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait