Investor Pantau Perang Dagang, IHSG Pekan Depan Diprediksi Fluktuatif

Selain itu, kondisi di Hong Kong memengaruhi pergerakan IHSG sepekan ke depan.
Image title
24 November 2019, 16:50
analis memperkirakan, ihsg bergerak fluktuatif selama sepekan ke depan karena pasar pantau perang dagang as tiongkok
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Ilustrasi, pegawai melintas di depan layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Analis memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan. Salah satu faktor yang memengaruhi yakni pasar memantau negosiasi perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Sepanjang pekan lalu, IHSG melemah 0,46% ke level 6.100,24. Analis Anugerah Mega Investama Hans Kwee memperkirakan, IHSG sepekan ke depan bergerak fluktuatif.

Di awal pekan, menurutnya IHSG bakal bergerak menguat. Namun, indek saham diprediksi melemah saat memasuki akhir pekan. Ia pun memproyeksi, IHSG berada pada rentang support 5.988-6.062 dan resistance di kisaran 6.167-6.200.

"Investor kami rekomendasikan SOS ketika pasar menguat dan melakukan pembelian kalau terjadi koreksi dalam di pasar modal," kata Hans Katadata.co.id, Minggu (24/11).

(Baca: Investor Asing Masih Jual Saham, IHSG Ditutup Turun ke Level 6.100)

Advertisement

Ia menilai, perkembangan negosiasi perdagangan AS dan Tiongkok masih akan memengaruhi investor sepekan ke depan. Pada akhir pekan ini, ada optimisme dari pernyataan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He yang sangat optimistis bisa mencapai kesepakatan fase pertama dengan AS.

Liu He mengundang Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin ke Beijing untuk negosiasi lanjutan. South China Morning Post melaporkan, ada peluang AS menunda pengenaan tarif impor Tiongkok, bahkan jika kesepakatan belum tercapai pada 15 Desember 2019 nanti. 

Hal ini berbeda dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan menaikkan tarif impor barang Tiongkok, jika Beijing tidak menyetujui kesepakatan perdagangan. 

Hans memperkirakan, kedua negara tidak akan menyepakati negosiasi perdagangan fase pertama tahun ini. "Hal ini berpeluang menekan laju indek pasar saham global dan regional, juga menaikkan ketidakpastian," kata dia.

(Baca: AS-Tiongkok Tebar Asa Kesepakatan Dagang, Harga Emas Dunia Melandai)

Apalagi, menurutnya negosiasi itu bakal dipengaruhi kondisi Hong Kong. Sebab, senator AS Marco Rubio mengatakan Donald Trump mendukung demonstran pro demokrasi di Hong Kong, yang memicu Beijing menuduh AS mencampuri urusan dalam negerinya.

"Faktor ini kami perkirakaan dapat menganggu proses negosiasi perang dagang kedua negara yang sedang berlangsung," kata Hans.

Sepanjang pekan lalu, nilai kapitalisasi pasar saham menurun 0,44% dari Rp 7.048 triliun pada penutupan minggu sebelumnya menjadi Rp 7.017 triliun. Rata-rata volume transaksi juga turun 6,7% menjadi 8,976 miliar unit saham.

Rata-rata nilai transaksi turun 3,69% menjadi Rp 6,24 triliun. Begitu juga dengan rerata frekuensi transaksi turun 0,69% menjadi 481 ribu kali.

Investor asing melakukan aksi jual dengan nilai bersih Rp 614,93 miliar selama sepekan ini di pasar reguler. Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang paling banyak dilepas asing, yakni Rp 500,75 miliar. Asing paling banyak membeli saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), senilai Rp 500,03 miliar.

(Baca: Asing Jual Bersih, IHSG Ditutup Turun 0,61%)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait