Beli Bersih Saham oleh Asing Rp 64 Miliar, IHSG Ditutup Naik 0,48%

Salah satu penopangnya yakni data neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2019 yang positif.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
15 November 2019, 17:35
Investor asing beli saham Rp 64 Miliar, IHSG ditutup naik 0,48%
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Ilustrasi, pegawai melintas di depan layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,48% ke level 6.128,34 pada penutupan perdagangan hari ini (15/11). Kenaikan ini ditopang beli bersih saham oleh investor asing Rp 64,74 miliar di seluruh pasar modal.

Pembelian saham oleh investor asing paling besar di pasar negosiasi dan tunai, Rp 42,01 miliar. Di pasar reguler, beli bersih senilai Rp 22,37 miliar. Meski begitu, jual bersih saham oleh asing mencapai Rp 909,42 miliar di seluruh pasar dalam sepekan ini.

Kenaikan IHSG ini sejalan dengan neraca perdagangan Indonesia pada Oktober yang surplus US$ 161,3 juta. Pencapaian itu membaik dibanding bulan sebelumnya yang defisit US$ 163,9 juta.

Sentimen positif itu membuat volume saham yang diperdagangkan mencapai 11,33 miliar lembar pada perdagangan hari ini. Nilai transaksinya mencapa Rp 6 triliun, dengan frekuensi 441 ribu kali.

(Baca: Neraca Dagang Surplus, IHSG Sesi I Melaju 0,52%)

Terdapat 190 saham yang bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Kemudian 219 sahan lainnya terkoreksi, dan 136 sisanya stagnan.

Kenaikan IHSG hari ini juga didorong oleh indeks sektor yang menguat 1,81%. Tiga saham yang kapitalisasi pasarnya terbesar di sektor ini pun ditutup positif.

Saham PT Bayan Resources (BYAN) misalnya, meningkat 9,92% menjadi Rp 13.300 per lembar. Harga saham Adaro Energy (ADRO) naik 3,08% menjadi Rp 1340. Lalu, saham Bukit Asam (PTBA) menguat 2,03% menjadi Rp 2.510.

(Baca: IHSG Diramal Melemah Tertekan Data Neraca Perdagangan )

Selain IHSG, beberapa busa saham Asia lainnya menguat pada perdagangan hari ini. Di antaranya Nikkei 225 Index 0,7%, Hang Seng Index 0,01%, dan Strait Times Index 0,07%. Sedangkan Shanghai Composite Index terkoreksi 0,64%.

Adapun neraca perdagangan sepanjang Januari-Oktober defisit US$ 1,79 miliar. Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, ekspor pada Oktober naik 5,92% dibandingkan bulan sebelumya (month to month/mtm) mencapai US$ 14,92 miliar.

Sedangkan impor naik 3,57% mtm menjadi US$ 14,77 miliar. "Total impor setelah dikurangi ekspor masih surplus US$ 161,3 juta," kata dia di kantornya, Jakarta, hari ini (15/11).

(Baca: Ekspor Membaik, Neraca Perdagangan Oktober Surplus US$ 161 Juta)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Video Pilihan

Artikel Terkait