Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Rupiah Justru Melemah

Korporasi di dalam negeri banyak yang menukar rupiah dengan dolar AS.
Agatha Olivia Victoria
27 Agustus 2019, 17:57
tensi perang dagang mereda, rupiah justru melemah
ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 0,09% menjadi Rp 14.225 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini (27/8).

Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 0,09% menjadi Rp 14.225 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini (27/8), berdasarkan data Bloomberg. Padahal, tensi perang dagang AS-Tiongkok mereda.

Analis PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, ada indikasi hubungan AS dan Tiongkok membaik. Hal itu karena Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pejabat Tiongkok menawarkan perundingan kembali.

“Adanya tanda pemulihan hubungan antara Washington dan Beijing menenangkan kegelisahan investor setelah ketegangan perdagangan antara ekonomi terbesar dunia meningkat lagi akhir pekan lalu dan akhir pekan,” katanya kepada Katadata.co.id, Selasa (27/8).

Lalu, pasar menilai bahwa Perdana Menteri Inggris Boris Johnson membuat kemajuan dalam meyakinkan Uni Eropa untuk menegosiasikan kembali perjanjian Brexit. Hal ini juga menjadi sentimen positif.

Advertisement

(Baca: Rupiah Menguat Seiring Progres Positif Negosiasi Dagang AS-Tiongkok)

Namun, rupiah tetap melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. “Tingginya kebutuhan valuta asing (valas) korporasi meningkat jelang akhir bulan,” kata dia.

Korporasi, kata dia, membutuhkan dolar AS untuk membayar utang, impor dan lainnya pada akhir bulan. Perusahaan melepas mata uang rupiah untuk ditukarkan ke valas. Karena itu, rupiah melemah terhadap dolar AS.

Ia pun memperkirakan, nilai tukar rupiah masih akan ke level 14.220-14.283 per dolar AS pada perdagangan besok.

(Baca: Rupiah Melemah ke 14.242 per Dolar AS Terseret Lagi Perang Dagang)

Mengutip dari Bloomberg, Trump mengatakan bahwa para pejabat Tiongkok telah menghubungi mitra dagang di AS. Pimpinan asal Negeri Panda itu, katanya, menawarkan perundingan kembali. Hal itu ia sampaikan di sela-sela KTT G7 para pemimpin dunia di Perancis, kemarin (26/8).

Komentar itu muncul setelah Wakil Perdana Menteri sekaligus Kepala Negosiator Tiongkok untuk Washington Liu He mengatakan, Beijing bersedia menyelesaikan sengketa perdagangan melalui negosiasi yang ‘tenang’ saat membuka Smart China Expo 2019 di Chongqing, Tiongkok.

"Kami bersedia menyelesaikan masalah melalui konsultasi dan kerja sama dengan sikap yang tenang. Kami dengan tegas menentang eskalasi perang dagang," kata dia berdasarkan laporan Caixin, dikutip dari Bloomberg.

(Baca: Redam Ketegangan, Tiongkok Ingin Resolusi Damai Perang Dagang )

Reporter: Agatha Olivia Victoria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait